Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa HKI UMSurabaya Pelajari Administrasi Digital di PA Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa HKI UMSurabaya Pelajari Administrasi Digital di PA Surabaya
pwmu.co -

Sebanyak 40 mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya melakukan kunjungan edukatif ke Pengadilan Agama Surabaya, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari implementasi administrasi digital di lingkungan peradilan agama.

Rombongan tiba di PA Surabaya, Jl. Ketintang Madya VI No. 3, pukul 08.30 WIB. Mahasiswa didampingi dosen pembimbing Dr. H. Sriyatin Shodiq, M.H., selaku dosen UMSurabaya sekaligus Hakim Tinggi Mahkamah Agung. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Manajemen Peradilan Agama.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Hakim PA Surabaya, Drs. Akramuddin, M.H., di Aula Utama. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi calon praktisi hukum Islam.

“Peradilan modern hari ini sudah paperless. E-Court, e-Litigasi, SIPP, dan SAKTI bukan lagi wacana, tapi sudah jadi kebutuhan. Mahasiswa HKI wajib melek digital agar nanti tidak gagap saat jadi advokat, mediator, atau hakim,” tegas Drs. Akramuddin, M.H.

Ia juga mengapresiasi langkah FSIP UMSurabaya yang aktif mengenalkan mahasiswa ke dunia praktik.

“PA Surabaya terbuka untuk magang dan riset. Silakan manfaatkan layanan administrasi digital kami sebagai laboratorium belajar,” tambahnya.

Usai sambutan, mahasiswa mengikuti praktik langsung di tiga unit layanan:

  1. PTSP Digital
    Mempelajari alur pendaftaran perkara melalui e-Court, pembayaran panjar via virtual account, serta pemanggilan elektronik.
  2. Ruang Sidang e-Litigasi
    Simulasi sidang online, pembuktian dokumen elektronik, serta penggunaan tanda tangan digital hakim.
  3. Bagian Kepaniteraan
    Praktik input data di SIPP, monitoring perkara, serta integrasi data dengan Mahkamah Agung.

Petugas PA Surabaya menjelaskan bahwa pada tahun 2026, sekitar 98% perkara telah menggunakan sistem e-Court.

“Cerai talak, cerai gugat, dispensasi kawin, sampai sengketa ekonomi syariah semua bisa daftar dari rumah. Ini memotong waktu dan biaya,” jelas Petugas PA Surabaya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dosen pembimbing Dr. H. Sriyatin Shodiq, M.H. menyampaikan apresiasi atas keterbukaan PA Surabaya dalam mendukung pembelajaran mahasiswa.

“Anak-anak HKI tidak boleh hanya teori di kelas. PMA 24/2024 dan Perma 7/2022 semua arahnya ke digitalisasi. Kalau mahasiswa tidak kenal SIPP dan e-Court sejak kuliah, lulusnya telat. Alhamdulillah PA Surabaya sangat mendukung kami dalam pembelajaran ini,” ujar Dr. Sriyatin.

Ia juga berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung yang bermakna.

“Mahasiswa tidak cuma lihat, tapi ikut bantu input data dan layani masyarakat. Ini dakwah bil hal,” tambahnya.

Ketua rombongan mahasiswa, Bagas Avicienna, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan ini.

“Ternyata proses mediasi cerai sekarang ada yang online via aplikasi. Terus akta cerai bisa diunduh PDF dan ada barcode untuk cek keaslian. Keren banget,” katanya.

Kegiatan ditutup pukul 11.00 WIB dengan sesi foto bersama di PA Surabaya. Kunjungan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap praktik peradilan modern berbasis digital.

Revisi Oleh:
  • Satria - 24/04/2026 22:00
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡