Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dialektika Legislatif UMLA Bahas Politik Etis dan Kepemimpinan

Iklan Landscape Smamda
Dialektika Legislatif UMLA Bahas Politik Etis dan Kepemimpinan
Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Kegiatan Silaturahmi Dewan Perwakilan Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (DPM PTMAI) Zona V kembali menghadirkan ruang intelektual melalui sesi Lingkar Dialektika Legislatif yang digelar di Auditorium Budi Utomo lantai 3 Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Mengusung konsep talk show interaktif, forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan kritis mengenai dinamika politik dan kepemimpinan di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.

Kegiatan ini mengangkat tema besar “Manifestasi Kolektivitas Intelektual: Dialektika Strategis dalam Menavigasi Politik Etis dan Dekadensi Kepemimpinan di Era Volatilitas.” Dua narasumber hadir dari latar belakang berbeda untuk memperkaya perspektif diskusi.

Narasumber pertama, Ahmad Sholikin, menekankan pentingnya kolektivitas intelektual sebagai fondasi dalam membangun kesadaran politik yang kritis di kalangan mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa di tengah era volatilitas—yang ditandai dengan perubahan cepat, ketidakpastian, dan kompleksitas—mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga sebagai agen perubahan.

“Mahasiswa harus mampu membangun dialektika yang sehat, tidak hanya sekadar berdebat, tetapi juga melahirkan solusi yang berbasis nilai dan intelektualitas,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti fenomena dekadensi kepemimpinan yang kerap terjadi akibat lemahnya integritas serta minimnya orientasi pada kepentingan publik.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Lamongan periode 2024–2029 memberikan perspektif praktis dari dunia legislatif. Ia menekankan bahwa tantangan kepemimpinan saat ini tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, tetapi juga pada komitmen moral dan etika.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Menurutnya, politik etis harus menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan kebijakan agar tidak terjebak dalam pragmatisme sempit.

Diskusi berlangsung hangat dengan partisipasi aktif peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Zona V, meliputi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik hingga strategi menghadapi krisis kepemimpinan di tingkat lokal maupun nasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas intelektual mahasiswa dalam memahami dan terlibat dalam dunia legislatif.

Lingkar Dialektika Legislatif tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai aktor strategis dalam membangun politik yang beretika dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Revisi Oleh:
  • Satria - 24/04/2026 22:03
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡