Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rektor ITB Ahmad Dahlan Lamongan Pelajari Best Practice PTMA Unggulan untuk Percepat Transformasi Kampus

Iklan Landscape Smamda
Rektor ITB Ahmad Dahlan Lamongan Pelajari Best Practice PTMA Unggulan untuk Percepat Transformasi Kampus
Leadership Training PTMA Angkatan XII Hadirkan Pembelajaran Lapangan melalui Kunjungan Best Practice Kampus Unggul (Yudi Adi Nugroho/PWMU.CO)
pwmu.co -

Hari keempat Leadership Training Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) Angkatan XII diisi dengan kegiatan kunjungan best practice ke sejumlah PTMA unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (17/7/2026).

Mengusung tema “Mencari Contoh yang Baik”, kegiatan ini menjadi ruang belajar langsung bagi para pimpinan perguruan tinggi untuk mengamati praktik tata kelola kampus yang unggul, adaptif, berdampak, dan berkelanjutan.

Salah satu peserta yang mengikuti agenda tersebut ialah Rektor Institut Teknologi Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Lamongan, Dr. Darianto, S.E., M.M. Menurutnya, kunjungan lapangan menjadi pelengkap penting setelah tiga hari sebelumnya peserta memperoleh materi mengenai kepemimpinan strategis, tata kelola perguruan tinggi, transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, hingga pengembangan institusi.

Sebelum memulai kunjungan, seluruh peserta mengikuti rangkaian pembinaan spiritual berupa Qiyamul Lail, Fathul Qulub, dan Salat Subuh berjamaah. Selanjutnya, peserta diberangkatkan menuju lokasi observasi sesuai kelompok yang telah ditentukan untuk mempelajari praktik terbaik yang diterapkan di kampus tujuan masing-masing.

Kegiatan observasi dilaksanakan di sejumlah PTMA unggulan, yakni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).

Masing-masing kampus dipilih karena dinilai berhasil mengembangkan tata kelola kelembagaan, sistem penjaminan mutu, budaya organisasi, transformasi digital, serta jejaring kemitraan yang mendukung kemajuan institusi.

Selama kunjungan, peserta mempelajari berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi, mulai dari sistem penjaminan mutu, pengembangan kurikulum, pengelolaan sumber daya manusia, digitalisasi layanan akademik, hingga strategi membangun budaya mutu di lingkungan kampus. Berbagai praktik tersebut menjadi referensi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.

Usai kegiatan observasi, seluruh peserta kembali ke lokasi pelatihan untuk menyusun laporan hasil kunjungan sebagai bahan penyusunan Action Plan pengembangan PTMA. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Adopsi Lessons Learned dalam Action Plan” yang membahas strategi implementasi hasil observasi ke dalam pengembangan institusi masing-masing.

Dr. Darianto menilai sesi kunjungan lapangan menjadi salah satu agenda yang paling berkesan selama mengikuti Leadership Training PTMA Angkatan XII. Menurutnya, pendekatan berbasis praktik memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana sebuah perguruan tinggi membangun tata kelola yang profesional sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Selama mengikuti kunjungan ini kami memperoleh banyak pembelajaran yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga berbasis praktik yang telah terbukti berhasil diterapkan. Kami dapat melihat secara langsung bagaimana perguruan tinggi Muhammadiyah membangun tata kelola yang profesional, memperkuat budaya mutu, mengembangkan sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan layanan akademik, serta memperluas jejaring kerja sama. Pengalaman seperti ini menjadi referensi yang sangat berharga bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola di ITB Ahmad Dahlan Lamongan,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia menambahkan bahwa kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kepemimpinan yang visioner, tata kelola yang akuntabel, budaya kerja kolaboratif, serta komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjaga mutu pendidikan.

Menurutnya, setiap perguruan tinggi memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda sehingga praktik-praktik terbaik yang diperoleh selama kunjungan tidak dapat diterapkan secara mentah, melainkan perlu disesuaikan dengan kebutuhan institusi.

“Kami tidak sekadar meniru konsep yang telah diterapkan kampus lain, tetapi mengambil nilai-nilai terbaiknya untuk disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan ITB Ahmad Dahlan Lamongan. Leadership Training ini memberikan banyak inspirasi mengenai penguatan kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, inovasi akademik, transformasi digital, hingga pengembangan jejaring kemitraan. Bekal tersebut akan menjadi landasan dalam mempercepat transformasi institusi, meningkatkan kualitas layanan akademik, mendorong lahirnya inovasi, serta mewujudkan ITB Ahmad Dahlan Lamongan sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, berdampak, dan berkelanjutan sesuai semangat pengembangan PTMA,” katanya.

Leadership Training Pimpinan PTMA Angkatan XII berlangsung pada 13–18 Juli 2026 dengan tema “Kepemimpinan Berkemajuan untuk PTMA Unggul, Adaptif, Berdampak, dan Berkelanjutan.” Selama enam hari, para peserta memperoleh pembekalan mengenai kepemimpinan strategis, tata kelola perguruan tinggi, transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, komunikasi dengan pemangku kepentingan, hingga penyusunan roadmap pengembangan institusi.

Bagi ITB Ahmad Dahlan Lamongan, rangkaian Leadership Training tersebut menjadi momentum memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus memperkaya perspektif dalam mengembangkan perguruan tinggi.

Berbagai praktik terbaik yang dipelajari selama kunjungan lapangan diharapkan menjadi inspirasi dalam menyusun Action Plan yang mampu mempercepat transformasi kelembagaan, meningkatkan mutu layanan akademik, memperluas kolaborasi, serta memperkuat kontribusi ITB Ahmad Dahlan Lamongan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkemajuan.

Catatan redaksi: Naskah ini mengasumsikan Dr. Darianto mengikuti salah satu kelompok kunjungan. Agar lebih akurat, sebaiknya ditambahkan informasi kampus mana yang dikunjungi oleh kelompok beliau (UMY, UAD, UNISA, UMS, atau UNIMMA), karena informasi tersebut belum tercantum dalam bahan wawancara. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 18/07/2026 20:01
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu