Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN Umsura Edukasi PHBS dan Pemilahan Sampah di SDN 1 Dungus Kediri

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN Umsura Edukasi PHBS dan Pemilahan Sampah di SDN 1 Dungus Kediri
Mahasiswa KKN Umsura Edukasi PHBS dan Pemilahan Sampah di SDN 1 Dungus Kediri. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tata cara mencuci tangan yang benar, serta pemilahan sampah organik dan anorganik di SDN 1 Dungus, Kabupaten Kediri, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB ini mendapat dukungan penuh dari Kepala SDN 1 Dungus, Hermin Retnowati, beserta para guru. Edukasi diikuti seluruh siswa mulai kelas I hingga kelas VI dengan materi yang disesuaikan berdasarkan jenjang usia.

Siswa kelas I hingga III memperoleh pembelajaran tentang pentingnya PHBS dan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun. Sementara itu, siswa kelas IV hingga VI dibekali pengetahuan mengenai cara membedakan serta memilah sampah organik dan anorganik. Pembagian materi tersebut bertujuan agar penyampaian lebih efektif dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Agar pembelajaran lebih menarik, mahasiswa KKN memadukan video edukasi dengan praktik langsung mencuci tangan. Para siswa tidak hanya menyaksikan langkah-langkah mencuci tangan yang benar, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung sehingga lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan.

Suasana semakin semarak ketika mahasiswa memperagakan eksperimen sederhana menggunakan air, lada, dan sabun. Butiran lada digunakan sebagai ilustrasi kotoran atau kuman yang menempel pada tangan. Melalui demonstrasi tersebut, siswa dapat melihat bagaimana sabun membantu mengangkat kotoran sehingga mereka lebih memahami manfaat mencuci tangan dengan sabun dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah. Siswa dikenalkan pada perbedaan sampah organik yang mudah terurai, seperti sisa makanan, daun, dan kulit buah, dengan sampah anorganik, seperti plastik, botol, kaleng, dan bungkus makanan. Mereka kemudian diajak mempraktikkan cara memilah sampah ke dalam tempat sampah sesuai jenisnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Sebagai evaluasi, mahasiswa mengadakan sesi tanya jawab di setiap kelas. Empat siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi. Metode ini terbukti mampu meningkatkan antusiasme, keberanian, dan partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, mulai dari menyaksikan video, mengikuti praktik mencuci tangan, melakukan simulasi pemilahan sampah, hingga berpartisipasi dalam sesi evaluasi. Kehadiran kepala sekolah dan para guru yang mendampingi turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN Kelompok 18 Umsura berharap dapat menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi budaya di rumah dan masyarakat. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu