Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Literasi Regulasi dan Syariat Haji: Penguatan Kesiapan Jemaah KBIHU Aisyiyah Kota Yogyakarta 2027

Iklan Landscape Smamda
Literasi Regulasi dan Syariat Haji: Penguatan Kesiapan Jemaah KBIHU Aisyiyah Kota Yogyakarta 2027
Suasana agenda rutin Manasik Haji Klasikal KBIHU Aisyiyah Kota Yogyakarta di Masjid Islamic Centre UAD kampus 4 Ahad (6/9/2026). (S. Intani/PWMU.CO).
pwmu.co -

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah Kota Yogyakarta kembali menggelar agenda rutin Manasik Haji Klasikal, Ahad (6/9/2026).

Hal ini sebagaimana spirit Muhammadiyah yang merupakan gerakan tajdid, mengokohkan dalam masalah ibadah dan responsif pada dinamika perhajian terkini.

Pertemuan ke-5 untuk persiapan musim haji di tahun 2027, dengan penguatan kajian keilmuan tentang Syari’at dalam Ibadah Haji dan wawasan pengetahuan tentang Kebijakan dan Regulasi dalam Perhajian.

Agenda tersebut terlaksana di Masjid Islamic Centre Universitas Ahmad Dahlan kampus 4 ring road Selatan Tamanan Bantul, DIY.

Turut hadir para pengurus, pimpinan, pembimbing dan jemaah haji tahun 2027 dan 2028 KBIHU Aisyiyah Kota Yogyakarta.

Sambut Musim Haji

Dalam pengarahannya, Ketua KBIHU Aisyiyah Kota Yogyakarta, Ir H Rowi Sutaryo memaparkan pencapaian kegiatan manasik menyambut musim haji 2027 M/1448 H.

“Kegiatan kita kali ini adalah Manasik Klasikal ke-5, pada Oktober bulan depan kita akan melaksanakan manasik klasikal terakhir untuk persiapan haji di tahun 2027” ujarnya.

Selanjutnya, kegiatan akan diteruskan dengan  pendalaman materi dalam manasik regu,  untuk memudahkan masing-masing regu dibentuk berdasarkan kemantren/wilayah terdekat.

Kendati demikian, Rowi mengingatkan dengan menggarisbawahi bahwa regu dalam manasik pereguan di tanah air bukan regu permanen.

“Jadi tetap ada dinamika menyesuaikan dengan perkembangan dan terutama untuk menyesuaikan kebutuhan bagi para jemaah” terang Rowi.

Selain itu Rowi mengingatkan agar para jemaah juga mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari, termasuk dalam pelunasan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji).

Yaitu sejumlah uang yang dibayar warga negara yang akan menunaikan haji., untuk menghindari dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kemungkinan gagal bayar dan yang lainnya.

Untuk itu dalam kesempatan tersebut juga disampaikan materi penguatan literasi keuangan dalam berhaji oleh Bank Syariah Indonesia (BSI). Hal tersebut agar para jemaah dapat menyelesaikan persoalan pendanaan dan pelunasan Bipih secara aman nyaman dan mudah sesuai dengan syari’ah.

Materi pertama Manasik Haji Klasikal  pertemuan ke-5 tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Kantor Wilayah Kementrian Haji dan Umroh DIY, Hj Silvia Rosetti SE MSi.

Silvia memaparkan kajian tentang Kebijakan dan Regulasi Perhajian, mengungkapkan komitmen penuh Kemenhaj DIY yang berorientasi pelayanan haji untuk kemudahan dan kenyamanan, dengan terus melakukan pembenahan yang mendukung.

SMPM 5 Pucang SBY

Tips Penguatan jelang Haji

Menurutnya sejak 26 Oktober 2026, Kemenhaj DIY  sudah dipercaya pemerintah dengan penetapan bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai embarkasi berbasis hotel dengan menempatkan kesehatan dan keselamatan sebagai prioritas.

Silvia juga mengingatkan semua jemaah agar menjaga dan memastikan sebelum pelunasan harus Istithoah kesehatan. Khususnya mempersiapkan diri dengan mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

Memperhatikan masa-masa penting dalam tiga tahapan yaitu selama masa tunggu, masa pelunasan, dan masa di embarkasi.

Diperkirakan pemberangkatan kira-kira awal April, dijaga sejak sekarang kadar gula normal, Hb darah, tensi  dan lain-lain dalam batas normal.

Untuk menjaganya dengan melakukan pemeriksaan seperti pemeriksaan jantung dan paru secara berkala. Silvi memberi catatan khusus untuk jemaah yang melakukan Hemodialisis dan penderita  Tubercolosis.

Selain itu juga jemaah wajib vaksin meningitis dan polio, yang merupakan ketentuan otoritas Arab Saudi.

Untuk penguatan menjaga kesehatan, Silvi memaparkan beberapa tips penguatan budaya hidup sehat. Antara lain

  • Mengonsumsi makanan yang seimbang bergizi,
  • Memperbanyak minum air putih,
  • Rutin olah raga pagi,
  • Istirahat cukup dan bisa mengelola stress, dan
  • Mengusahakan terakhir terima tamu H-7 karena sangat mempengaruhi kesehatan,
  • Menghindari terlalu senang atau terlalu sedih,
  • Menghindari rokok dan hal-hal yang  berbahaya,
  • Menyimpan nomor-nomor kontak penting terutama petugas daerah

Penyembelihan Dam di Tanah Air

Lebih lanjut, Silvi menghimbau para jamaah agar memanfaatkan program pemerintah Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta melek teknologi.

“Apalagi dengan digitalisasi sekarang banyak layanan terintegrasi dengan system, minimal punya WA Group, seperti pengurus dan pembimbing KBIHU Aisyiyah Kota Yogya” ujarnya.

Serta yang tak kalah penting, harapannya jamaah selalu menumbuhkan empati yang mendalam antar sesama, sesuai dengan tagline “Haji ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan”.

“Dan sesuai dengan perspektif Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Kemenhaj memperbolehkan penyembelihan dan pendistribusian DAM haji boleh dilakukan di tanah air.” tandasnya di akhir pemaparan.

Kegiatan manasik klasikal KBIHU Aisyiyah Kota Yogyakarta selanjutnya, pertemuan ke-enam, Insya Allah akan dilaksanakan Ahad (4/10/2026) mendatang di Masjid Islamic Centre UAD Kampus 4.

Bagi masyarakat yang sudah memiliki nomor porsi haji bisa bergabung melalui nomor kantor (HP 0857-0112-5588) atau datang langsung ke kantor KBIHU Aisyiyah Kota Yogyakarta di jalan Sultan Agung no. 14 Yogyakarta, kompleks perkantoran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 10/09/2026 09:23
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu