Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Masjid Bukan Tempat Sepi, Dai Muda Ini Ajak Anak Muda Kembali

Iklan Landscape Smamda
Masjid Bukan Tempat Sepi, Dai Muda Ini Ajak Anak Muda Kembali
Bayu Firdaus saat menyampaikan materi. Foto: Tim Media Yayasan Masjid Shalahuddin
pwmu.co -

Masjid sering kali dipandang sebagai tempat yang sunyi—datang, salat, lalu pulang. Namun anggapan tersebut dipatahkan dalam sebuah kegiatan di Masjid Shalahuddin, Gedangan, Sidoarjo.

Seorang dai muda, Bayu Firdaus, mengajak generasi muda untuk melihat masjid sebagai pusat kehidupan yang harus direbut kembali perannya.

Bayu Firdaus dikenal sebagai dai digital yang aktif menyuarakan gerakan masjid ramah anak muda melalui media sosial. Melalui platform Masjid Ramah Musafir, ia berhasil menjangkau puluhan ribu audiens dalam waktu kurang dari satu tahun. Ia juga aktif dalam tim Dakwah Digital Majelis Tabligh PDM Sidoarjo serta Forum Dai Digital (FORDIGIMU) LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kehadiran Bayu Firdaus dalam peresmian Generasi Shalahuddin (Gen.S) menjadi sorotan utama. Acara yang berlangsung di lantai 2 masjid tersebut dihadiri belasan anak muda dengan penuh antusias.

Generasi Shalahuddin atau Gen.S resmi berdiri sebagai badan otonom di bawah Yayasan Shalahuddin. Komunitas ini menjadi wadah bagi anak muda untuk menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas, mulai dari kajian, pengembangan diri, hingga ruang kreativitas.

Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Bayu Firdaus menyampaikan gagasan penting mengenai fungsi masjid.

“Masjid itu bukan cuma tempat salat, tapi pusat solusi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang ramah dalam pengelolaan masjid.

“Kalau ada musafir atau anak muda datang, mereka harus merasa disambut, bukan dipelototi hanya karena berisik,” lanjutnya.

Menurutnya, anak muda harus diberikan ruang dan kepercayaan dalam aktivitas masjid.

“Anak muda itu jangan cuma jadi objek. Sudah saatnya mereka diberi panggung,” tegasnya.

Bayu menegaskan bahwa energi besar yang dimiliki generasi muda merupakan aset penting. Jika tidak diarahkan pada hal positif, maka masjid berpotensi kehilangan generasi penerusnya.

Hal ini sejalan dengan semangat yang diusung Gen.S. Ketua yang baru diamanahi, Amal Ikhlasul, menyatakan kesiapan untuk menjadikan komunitas ini sebagai ruang tumbuh yang positif bagi generasi muda.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Sementara itu, perwakilan Yayasan Shalahuddin, Salahuddin Hanafi, menyampaikan harapannya agar masjid memiliki fungsi yang lebih luas.

Ia menyebut masjid harus menjadi:

“Recharge Hati, Ruang Inspirasi, dan Ruang Berekspresi” bagi anak muda.

Dalam sesi interaktif, Bayu Firdaus juga mengingatkan tentang keutamaan pemuda yang hatinya terpaut dengan masjid.

“Kalau anak muda mau aktif mencintai masjid, itu seperti dapat VVIP pass di Padang Mahsyar,” ungkapnya.

Menutup materinya, ia menyampaikan pesan reflektif:

“Dunia ini butuh energi kita, tapi akhirat butuh investasi kita. Anak muda yang keren bukan yang hanya jago nongkrong, tapi yang tahu ke mana arah pulang.”

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.15 hingga 21.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, DKM, serta anggota Gen.S.

Lebih dari sekadar peresmian, kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya gerakan anak muda untuk menghidupkan kembali fungsi masjid.

Karena sejatinya, masjid tidak pernah benar-benar sepi—ia hanya menunggu siapa yang datang, tinggal, dan menjadikannya kembali hidup.

Revisi Oleh:
  • Satria - 24/04/2026 21:47
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡