Rombongan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melanjutkan lawatan mengitari Sumatera Utara. Usai dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), rombongan yang langsung dipimpin Ketua PWM Prof Dr dr Sukadiono, MM ini ke Langkat. Bertemu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu, Jum’at (08/05/2026)
Dalam kunjungan ini, PWM Jatim secara khusus mengunjungi pondok pesantren yang juga menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Unit pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah yang berfungsi sebagai dapur pusat untuk memasak dan mendistribusikan makanan sehat bagi siswa, ibu hamil, dan balita.
“Hari ini saya berkunjung ke Langkat, khususnya ke PDM Kabupaten Langkat, dalam rangka menyampaikan amanah dari donator Lazismu PWM Jawa Timur. Yaitu bantuan berupa uang 1 miliar untuk pembangunan SPPG di Pondok Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Kabupaten Langkat,” jelas Sukadiono.
“Bantuan ini akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan SPBG di Pondok,” jelas pria yang juga diamanahi sebagai Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI itu.

Rombongan PWM Jatim juga melihat secara langsung progress pembangunan SPPG di pondok. Dalam penilaian Sukadiono, progres pembangunan SPPG sudah berjalan sekitar 50 persen.
“Mudah-mudahan dengan support dana dari Lazismu PWM Jatim, pembangunan SPPG segera selesai dalam mungkin 3-4 bulan ke depan.”
Dalam praktiknya, donasi itu diserahkan PWM Jatim kepada PWM Sumatera Utara. Selanjutnya, dana diteruskan kepada pesantren melalui Mudir, Ustadz Ramdani. Pondok yang punya bangunan representatif ini tercatat punya 882 santri.
Selain meninjau SPPG, Sukadiono juga melihat pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) milik pesantren. Turut mendampingi kunjungan ini adalah Wakil Ketua PWM Jatim yang membidangi ekonomi, Hidayatur Rahman SE MM.

Hidayaturrahman banyak memberikan masukan pada pengelola pabrik AMDK ini. Terutama bagaimana melakukan modernisasi berbagai peralatan pabrik AMDK. “Tujuannya agar nanti produksinya bisa lebih banyak lagi. Karena kebutuhan AMDK ini sangat banyak dari PDM-PDM yang lain.”
Kendala yang dilihat, peralatan pabrik AMDK memang masih manual. Sehingga jumlah produksinya masih rendah atau sedikit. “Mudah-mudahan nanti dengan masukan dan arahan dari Pak Hidayatur Rahman, pabrik AMDK ini bisa lebih modern,” jelas Sukadiono.
Tujuan yang ingin digapai dengan modernisasi peralatan adalah berupa produksi AMDK yang lebih baik secara kuantitas maupun kualitas. Dan, tentu saja bisa memenuhi kebutuhan pasar yang dari hari ke hari semakin meningkat.
Dalam lawatan ke Sumut ini, Prof Sukadiono didampingi oleh Wakil Ketua PWM Jatim Hidayatur Rahman SE MM, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PWM Jatim Muhammad Rofi’i, M.T, serta Dewan Syariah Lazismu Jatim Dr. Dian Berkah, S.HI., M.HI.





0 Tanggapan
Empty Comments