Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UMY Siapkan Peta Jalan Empat Fase Menuju Kampus Bebas Emisi Transportasi

Iklan Landscape Smamda
UMY Siapkan Peta Jalan Empat Fase Menuju Kampus Bebas Emisi Transportasi
UMY Siapkan Peta Jalan Empat Fase Menuju Kampus Bebas Emisi Transportasi
pwmu.co -

Ketergantungan terhadap kendaraan pribadi masih menjadi tantangan besar bagi institusi pendidikan dalam menekan jejak karbon. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah menyusun peta jalan (roadmap) transformasi sistem mobilitas kampus yang ambisius, mulai dari penguatan infrastruktur aktif hingga target jangka panjang menjadi kampus bebas emisi.

Strategi tersebut dipaparkan oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Prof. Dr. Dyah Mutiarin, M.Si., dalam Lokakarya UI GreenMetric 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).

Prof. Dr. Dyah Mutiarin, M.Si., yang akrab disapa Arin, menjelaskan bahwa UMY saat ini tengah menjalankan fase pertama dari empat tahapan transformasi mobilitas kampus yang dirancang secara progresif.

“Posisi strategis UMY saat ini adalah menciptakan sistem pergerakan yang meminimalkan jejak ekologis. Fondasi ini harus kokoh sebelum kita melangkah ke tahap berikutnya,” ujar Arin.

Peta jalan yang disusun UMY terbagi dalam empat fase utama yang berorientasi pada perubahan perilaku dan teknologi mobilitas kampus.

1. Fase Manage (Pondasi)

Tahap awal ini difokuskan pada penyediaan sepeda kampus, pembangunan jalur pedestrian yang nyaman, serta pemindahan area parkir ke basement guna menjaga ekologi permukaan tanah.

2. Fase Control (Transisi)

Pada fase ini, UMY mulai menerapkan pembatasan kendaraan berbasis integrasi data arus keluar-masuk kendaraan yang telah dikumpulkan sebelumnya.

3. Fase Optimize (Presisi)

SMPM 5 Pucang SBY

Tahapan berikutnya adalah penerapan kebijakan berbasis pengurangan karbon melalui analisis emisi transportasi yang terukur dan sistem mobilitas cerdas.

4. Fase Transform (Puncak)

Fase akhir diarahkan pada terwujudnya car-lite campus dan net-zero mobility campus yang sepenuhnya terintegrasi dengan energi terbarukan.

Meski telah memiliki fondasi yang kuat, Guru Besar Ilmu Pemerintahan UMY tersebut mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan. Salah satunya adalah sistem pengukuran jejak karbon sektor transportasi yang belum sepenuhnya terintegrasi.

Hal tersebut membuat pengembangan sistem kontrol mobilitas berbasis data masih terus dilakukan agar dapat berjalan lebih presisi dan efektif.

Prof. Dr. Dyah Mutiarin, M.Si. menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan hanya mengatur lahan parkir kampus, tetapi juga mengubah pola pikir serta perilaku civitas academica dalam menggunakan transportasi.

“Arah yang ingin kita tuju adalah benar-benar mentransformasi cara kita bergerak. Dari sekadar menyediakan ruang kendaraan menuju sistem pengendalian mobilitas yang menjaga amanah lingkungan,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 08/05/2026 21:32
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡