Semangat menyala di tunjukkan oleh laskar siswa kelas Lima MIM 08 Pelangwot, untuk mengikuti mapel (Mata Pelajaran) Arabic Club di penghujung jam pelajaran pada Kamis, (7/5/2026).
Arabic Club merupakan new program (Program Baru) di awal tahun ajaran 2025-2026 ini, yang di inisiasi oleh Ali Imron, S.PdI selaku Kepala MIM 08 Pelangwot. Arabic Club selain sebagai manuver juga merupakan integrasi kurikulum yang saat ini masih di peruntukkan untuk kelas tiga sampai kelas enam MIM 08.
Implementasi pembelajarannya di bagi menjadi dua kelompok yakni kelompok kecil (shoghir) untuk kelas Tiga dan Empat dan kelompok besar (Kabir) untuk kelas Lima dan Enam.
Uniknya MIM 08, adalah sebagai lembaga yang merangkul dan memberdayakan warganya Kepala MIM 08, menunjuk Zum’atun Kholifah sebagai Guest Teacher (Guru Undangan) yang mengajar mapel Arabic Club, ia adalah wali siswa MIM 08 (IKWAMU) yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik, Alumnus 2004 ini juga pernah menjabat sebagai Qismul Lughoh (Pengurus Bahasa) dan lebih intens sebagai pengajar Bahasa Arab di ponpes tersebut.
Awal Mula Arabic Club
Berawal dari banyaknya lulusan MIM 08 yang melanjutkan study nya ke Pesantren — yang notabennya Bahasa pengantar Pondok Pesantren termasuk juga Bahasa Arab, maka terbesitlah di benak Ali Imron untuk memasukkan Arabic Club sebagai mata pelajaran di MIM 08. Dengan harapan supaya nantinya alumni MIM 08, familiar (tidak asing) dengan bahasa arab saat masuk pesantren.
Dengan demikian menjadikan MIM 08 sebagai jajaran akademik semi pesantren yang menonjolkan Arabic Club, English Club dan Tahfidzul Qur’an sebagai program Unggulan.
Sebagai mapel yang terletak di jam rawan yakni pukul 11.30 sampai 12.40, rasa kantuk dan capek pun kerap menyerang para siswa, maka Demi mengikuti arus Gen Alpha, materi Arabic Club tidak hanya sekadar belajar kosa kata (Mufrodat) yang monoton hafalan, namun juga pengajar di tuntut untuk kerap beralih profesi pesulap merubah suasana penat menjadi ruang belajar yang menyenangkan diantaranya menjadikan kosa kata sebagai lagu, games atau ice breaking dan selain itu siswa juga di ajak praktikum muhadatsah (Percakapan) dan Khitobah (Pidato) sebagaimana yang biasa di terapkan oleh pesantren Khalaf (Modern) di luar sana.
Siswa Tangguh Berani Maju
Di suasana UMBK oleh para siswa kelas enam, dan atas support sistem Pihak Madrasah, maka saat ini kelas Kabir hanya di ikuti oleh kelas Lima.
Kali ini Guest Teacher mengajak para siswa kelas Lima untuk belajar Khitobah, Beliau menyampaikan beberapa kiat agar tampil confident (Percaya Diri) di awal performa, diantaranya;
Pertama: Jangan menatap audience namun lihatlah rambutnya atau di atas kepalanya, tujuannya supaya tidak gemetar, dan tetap fokus terhadap apa yang di sampaikan.
Kedua: Intonasi (Gaya Bicara), terkadang membaca teks arab kerap terbawa saat mengaji Al-Qur’an, Maka intonasi sangatlah penting, karena Khitobah bukanlah seperti halnya mengaji Al-Qur’an, agar pesannya tersampaikan ke audiens.
Ketiga: Harus mempelajari dan memahami makna Khitobah
Keempat: Sering latihan,supaya lisan tidak kaku dalam mengucapkan bahasa arab.
Kelima: Semangat dan tidak putus asa. Karena bahasa arab termasuk bahasa asing bukan bahasa Indonesia, maka kita harus semangat mempelajarinya baik dalam hal pemahaman dan pengucapan.
Essensi Bahasa Arab
Begitu krusialnya Arabic Club, maka Guest Teacher mengajak siswa berlatih Khitobah yang bertempat di Musholla Madrasah, dengan mengangkat tema tentang pentingnya belajar bahasa Arab, dengan Judul bahwa Bahasa Arab adalah Bahasa Al-Quran.
Khitobah tersebut menjelaskan bahwa ada tiga poin penting tujuan belajar bahasa arab yakni;
- Supaya Faham makna al-qur’an, sebagaimana yang termaktub dalam surat Yusuf ayat 2.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Kitab Suci) berupa Al-Qur’an berbahasa Arab agar kamu mengerti”.
- Supaya faham makna Hadits Rasulullah SAW.
- Supaya Sholat lebih khusyuk karena semua bacaan sholat menggunakan Bahasa Arab.
Semua siswa unjuk keberanian dengan maju di depan teman temannya.
Setelah melihat para siswanya, dibanding awal awal belajar Arabic Club ada perasaan lega dari pengajar mapel Arabic Club bahwa anak didiknya berprogress yakni di samping percaya diri, juga mereka sudah hampir menguasai intonasi.
Inilah sejengkal langkah nyata dari ghirah Generasi Muhammadiyah desa yang terus bertumbuh menuju generasi emas Indonesia, yang unggul dalam segala aspek dan tidak menjadi siswa yang tertinggal oleh perkembangan zaman.
Siswa MIM 08 tidak hanya menjadi generasi Islam yang berprestasi dalam iptek namun lebih dari itu mempertebal imtaq (iman taqwa)nya melalui pemahaman bahasa arab. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments