Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PCM Ngagel: Wisuda Tahfidz Bukan Akhir, tetapi Awal Menjaga Al-Qur’an

Iklan Landscape Smamda
PCM Ngagel: Wisuda Tahfidz Bukan Akhir, tetapi Awal Menjaga Al-Qur’an
Sambutan PCM Ngagel dalam Wisuda Tahfidzul Qur'an SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, M. Ridwan, M.Pd., mengingatkan para wisudawan Tahfidzul Quran SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) agar tidak berhenti belajar Al-Qur’an setelah mengikuti prosesi wisuda. Menurutnya, wisuda merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga dan meningkatkan hafalan.

Pesan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam Wisuda Munaqosyah Tahfidzul Quran Angkatan XII SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Sabtu (13/6/2026).

Ridwan menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa yang telah menyelesaikan target hafalan dan mengikuti prosesi wisuda. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan Al-Qur’an.

Menurutnya, menjadi penghafal Al-Qur’an merupakan anugerah yang tidak dimiliki setiap anak. Karena itu, para wisudawan perlu menjaga amanah tersebut dengan terus melakukan murojaah dan menambah hafalan.

“Kalau kalian tidak menjaga hafalan dengan baik, maka bisa lepas begitu saja. Karena itu, selain menjaga hafalan, yang penting adalah terus meningkatkannya,” ujarnya.

Ia mengibaratkan hafalan Al-Qur’an seperti sesuatu yang terikat. Jika tidak dijaga dengan baik, hafalan dapat berkurang seiring waktu. Oleh sebab itu, ia meminta para siswa membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Selain kepada siswa, Ridwan juga berpesan kepada para orang tua untuk terus mendampingi anak-anak dalam menjaga hafalan. Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam membentuk akhlak dan karakter generasi muda. Hafalan yang dimiliki siswa diharapkan tidak berhenti pada aspek akademik semata, tetapi juga tercermin dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

SMPM 5 Pucang SBY

“Al-Qur’an adalah pedoman hidup. Dari situlah kita belajar tentang akhlak, keluarga, dan bagaimana menjadi generasi yang baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan juga mengapresiasi perkembangan pendidikan Muhammadiyah di kawasan Ngagel yang telah menyediakan layanan pendidikan berkelanjutan mulai jenjang sekolah dasar hingga menengah atas.

Ia berharap para lulusan Mudipat dapat melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah agar pembinaan karakter dan pendidikan Al-Qur’an yang telah dibangun sejak dini dapat terus berlanjut.

Menurutnya, kesinambungan pendidikan tersebut penting untuk menjaga lahirnya generasi Qurani yang memiliki pemahaman keislaman yang kuat sekaligus mampu berprestasi di bidang akademik.

Ridwan juga mengapresiasi capaian akademik siswa Mudipat yang dinilai berjalan seiring dengan keberhasilan program tahfidz. Ia menyinggung keberhasilan delapan siswa yang memperoleh nilai sempurna pada asesmen akademik sebagai bukti bahwa pendidikan agama dan akademik dapat berkembang secara seimbang.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh orang tua, guru, dan warga Muhammadiyah untuk terus bersinergi dalam membina generasi yang berakhlakul karimah, mencintai Al-Qur’an, dan siap melanjutkan estafet perjuangan Muhammadiyah di masa depan. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 13/06/2026 09:40
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu