SD Muhammadiyah 3 Surabaya (SD Mudiga) menggelar peringatan Milad ke-64 dengan meriah pada Senin (3/8/2026). Mengusung tema “64 Tahun Mudiga Menginspirasi: Mewujudkan Generasi Qurani Berprestasi dan Berkemajuan”, kegiatan dipusatkan di halaman sekolah dan diikuti seluruh warga sekolah.
Rangkaian acara diawali dengan jalan sehat yang diikuti sekitar 450 siswa kelas 1 hingga kelas 6 bersama seluruh guru. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pentas seni yang menampilkan Tari Remo, tari kreasi, jurus Tapak Suci, hingga pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambaksari serta pembagian doorprize.
Kepala SD Mudiga Surabaya, M. Ali Imron, S.Ag., menegaskan bahwa seluruh hadiah yang dibagikan murni berasal dari sekolah tanpa memungut biaya kupon dari peserta.
“Pengundian hadiah ini murni dari sekolah, tidak ada kupon berbayar sehingga tidak ada unsur mengadu keberuntungan yang merugikan. Ini semata-mata bentuk apresiasi dan kebahagiaan bersama seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Karena padatnya rangkaian kegiatan sejak pagi, sekolah memberikan dispensasi kepada siswa untuk pulang lebih awal.
“Hari ini anak-anak kita pulangkan pukul 11.00 WIB, lebih cepat dari biasanya yang pulang pukul 15.30 WIB. Setelah jalan sehat dan tampil dalam pentas seni tentu mereka lelah. Ini menjadi bentuk dispensasi sekaligus hadiah ulang tahun bagi anak-anak pada Milad ke-64 SD Mudiga,” tambahnya.
Berawal dari Bangunan Sesek
Ali Imron menjelaskan bahwa peringatan milad menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang SD Mudiga yang berdiri sejak 1962. Perjalanan sekolah tersebut dimulai dari bangunan sederhana berdinding sesek atau anyaman bambu di kawasan Jalan WR Supratman sebelum akhirnya menempati lokasi saat ini di Jalan Tambak Segaran.
“Kita ingin mengingat kembali bahwa sekolah ini memiliki riwayat perjuangan yang luar biasa. Dahulu bangunannya masih berupa gedek atau sesek. Berkat perjuangan para pendahulu dan pimpinan yang terus bersinergi, bahkan dengan cucuran keringat dan air mata, Alhamdulillah SD Mudiga dapat terus berkembang hingga berusia 64 tahun,” ungkapnya.
Di usia yang telah matang, bahkan lebih tua daripada sebagian besar guru yang mengajar saat ini, SD Mudiga tetap mampu mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan pendidikan yang ketat.
Menurut Ali Imron, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian istimewa karena sekolah berada di kawasan Tambaksari yang dikelilingi sejumlah sekolah negeri berkapasitas besar.
“Wilayah Tambaksari berbeda dengan kawasan lain. Kami diapit sekolah-sekolah negeri besar yang jaraknya hanya sekitar 300 meter dengan jumlah siswa mencapai ribuan. Namun Alhamdulillah SD Mudiga tetap bertahan dengan sekitar 450 siswa. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan agama dan pembentukan karakter menjadi alasan utama orang tua mempercayakan putra-putrinya kepada kami,” jelasnya.
Melalui jalan sehat dan gebyar milad ini, sekolah juga ingin memperlihatkan eksistensi serta potensi para siswanya kepada masyarakat.
“Harapan kami masyarakat semakin mengenal bahwa SD Mudiga yang usianya sudah tidak muda ini tetap hidup, berkembang, dan berprestasi. Ketika anak-anak berjejer mengikuti jalan sehat, masyarakat dapat melihat semangat dan potensi besar sekolah ini,” katanya.
Terus Tingkatkan Mutu Sekolah
Perjalanan panjang SD Mudiga juga mendapat apresiasi dari Wakil Ketua PCM Tambaksari Surabaya, Drs. H. Suba’i Mustalim, M.Pd.I. Menurutnya, usia 64 tahun mencerminkan kematangan sebuah lembaga pendidikan yang harus diiringi dengan peningkatan kualitas pengelolaan.
“Usia 64 tahun hendaknya menjadi cermin kedewasaan dalam tata kelola dan manajemen sekolah. Meski persaingan semakin ketat, SD Mudiga tetap menjadi pilihan masyarakat dan wali murid, baik dari TK Muhammadiyah maupun sekolah umum,” ujarnya.
Ia menilai kepercayaan masyarakat tetap terjaga karena sekolah terus menghadirkan nilai tambah, mulai dari peningkatan sarana prasarana, program pencetak generasi berprestasi, hingga program Tahfidh Al-Qur’an.
Untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu sekolah unggulan di Surabaya, PCM Tambaksari menekankan tiga hal penting kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.
Pertama, memperkuat kebersamaan serta membangun tata kelola sekolah yang transparan dan akuntabel. Kedua, meningkatkan koordinasi dengan PCM dan Majelis Dikdasmen. Ketiga, mengoptimalkan publikasi kegiatan dan prestasi sekolah melalui media sosial.
Menurut Suba’i, publikasi menjadi kebutuhan penting di era digital. Program sekolah yang baik akan lebih dikenal masyarakat apabila dikemas dan disebarluaskan secara konsisten.
“Di era sekarang, sebaik apa pun kegiatan sekolah, jika tidak ditulis dan dipublikasikan melalui media sosial, masyarakat tidak akan mengetahuinya. Karena itu, kreasikan dan gelorakan seluruh program sekolah sebagai sarana promosi yang efektif,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah 3 Surabaya untuk terus bersyukur atas perjalanan 64 tahun yang telah dilalui serta menjaga semangat bekerja demi mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments