Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pianika Jadi Ruang Ekspresi di SD Muhammadiyah 16 Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Pianika Jadi Ruang Ekspresi di SD Muhammadiyah 16 Surabaya
Nayla Azzahra Aryandri dan Afiyah Widiya Ardani bersama guru musik Dwi Cahyo Purnomo saat pelajaran musik di kelas V Al Zahrawi SD Muhammadiyah 16 Surabaya. (Ahmad Mahmudi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pelajaran musik di kelas V Al Zahrawi SD Muhammadiyah 16 Surabaya tidak berhenti pada kemampuan membaca notasi angka. Pianika menjadi sarana siswa untuk berani berekspresi melalui lagu yang mereka kenal dan sukai, Kamis (10/9/2026).

Sejak pukul 09.00 WIB, siswa tampak membawa pianika masing-masing. Pembelajaran bersama Dwi Cahyo Purnomo, S.Pd. diawali dengan memainkan lagu Maju Tak Gentar. Suara pianika pun terdengar bersahutan memenuhi ruang kelas. Siswa mengikuti notasi angka yang telah diberikan sembari berusaha menjaga ketepatan nada dan irama.

Dwi mengatakan, siswa kelas V telah mendapatkan sejumlah notasi lagu untuk dimainkan menggunakan pianika.

“Notasi lagu dalam bentuk angka sudah banyak diberikan. Ada lagu wajib dan ada juga lagu anak,” ujar guru yang akrab disapa Ustadz Dwi tersebut.

Beberapa lagu yang telah dipelajari siswa antara lain Maju Tak Gentar, 17 Agustus, Jingle Kreatif, Burung Kutilang, dan Si Kancil. Siswa juga diberikan lagu yang lebih dekat dengan dunia mereka.

“Ada juga soundtrack lagu Sinchan dan soundtrack Doraemon,” jelasnya.

Setelah memainkan lagu secara bersama-sama, Dwi memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka. Siswa diminta memilih lagu yang sudah pernah dipelajari dan memainkannya menggunakan notasi angka.

“Coba lagu yang sudah pernah dipelajari. Silakan dimainkan,” kata Dwi kepada siswa.

Suasana Pembelajaran

Kesempatan tersebut membuat pembelajaran semakin menarik. Siswa tidak hanya mengikuti instruksi guru, tetapi mulai menentukan sendiri lagu yang ingin dimainkan.

SMPM 5 Pucang SBY

Nayla Azzahra Aryandri dan Afiyah Widiya Ardani, misalnya, memilih lagu Sinchan. Keduanya tampak bersemangat memainkan lagu tersebut di hadapan teman-temannya. Nayla mengaku memilih lagu itu karena menurutnya lebih mudah dimainkan.

“Lagu Sinchan ini lagu yang mudah,” ucap Nayla.

Bagi Dwi, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran musik. Ketika siswa diberi kesempatan memilih lagu, mereka memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.

“Anak-anak tidak hanya belajar memainkan pianika. Mereka juga belajar berani mencoba dan menunjukkan apa yang sudah mereka pelajari,” tuturnya.

Suasana kelas pun berubah menjadi lebih cair. Lagu-lagu yang familiar membuat siswa lebih berani memainkan pianika tanpa takut salah.

Pembelajaran musik akhirnya tidak sekadar tentang menghasilkan nada yang tepat. Di kelas V Al Zahrawi, pianika menjadi medium bagi siswa untuk belajar membaca notasi, menikmati musik, sekaligus menemukan keberanian untuk tampil dan berekspresi. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 10/09/2026 12:41
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu