Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ralina PCNA Buduran Bawa Literasi Anak ke Tengah Keramaian CFD Sidoarjo

Iklan Landscape Smamda
Ralina PCNA Buduran Bawa Literasi Anak ke Tengah Keramaian CFD Sidoarjo
Foto dengan bebrapa pengunjung Ralina PCNA Buduran (Milla/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Ahad (4/10/2026), tampak berbeda. Di tengah masyarakat yang berolahraga dan menikmati akhir pekan, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Buduran menghadirkan ruang literasi anak melalui program Rumah Literasi Nasyiatul Aisyiyah (Ralina).

Mengusung tema “Bermain, Bercerita dan Berkarya”, kegiatan berlangsung pukul 05.00–09.30 WIB. Sebanyak 13 anggota dan pimpinan PCNA Buduran terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan yang dirancang sebagai ruang belajar sekaligus bermain bagi anak-anak.

Ralina merupakan salah satu program instruksional Nasyiatul Aisyiyah. Namun, PCNA Buduran memilih pendekatan berbeda dengan membawa kegiatan literasi ke ruang publik. Lokasi CFD dipilih karena kawasan Alun-Alun Sidoarjo ramai dikunjungi masyarakat setiap akhir pekan.

Ketua PCNA Buduran Rifatul Hidayah mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan Ralina sekaligus menumbuhkan semangat membaca pada anak-anak.

“Di samping kami ingin mengenalkan program ini kepada khalayak umum, kami juga ingin memberi semangat membaca kepada anak-anak melalui konsep yang kami usung saat ini,” ujarnya.

Literasi Dikemas dengan Bermain

Rifatul menjelaskan, Ralina PCNA Buduran mengusung konsep Public Literacy Playground. Melalui konsep tersebut, membaca tidak dikemas sebagai aktivitas yang kaku, tetapi menjadi pengalaman menyenangkan.

“Kami ingin mengenalkan bahwa literasi itu tidak harus selalu duduk diam membaca buku. Anak-anak bisa bermain, mendengarkan cerita, berkarya, sekaligus mengenal buku dalam suasana yang menyenangkan,” jelasnya.

Anak-anak dapat memilih dan membaca berbagai buku yang tersedia. Mereka juga diajak berkreasi melalui kegiatan mewarnai menggunakan media tas dan gypsum.

Selain membaca dan berkarya, PCNA Buduran menghadirkan sejumlah permainan tradisional seperti klompen, egrang, dan ular tangga raksasa. Permainan tersebut menjadi sarana anak untuk melatih keberanian, keseimbangan, kreativitas, kerja sama, dan interaksi sosial.

SMPM 5 Pucang SBY

Suasana semakin meriah dengan area bercerita. Anak-anak diajak menikmati dongeng menggunakan boneka tangan serta cerita pewayangan yang dibawakan anggota PCNA Buduran.

Perpaduan buku, permainan tradisional, seni, dan dongeng membuat Ralina hadir sebagai ruang literasi yang interaktif. Anak-anak dapat membaca, bermain, mengenal budaya, sekaligus menghasilkan karya dalam satu kegiatan.

Antusiasme masyarakat terlihat dari anak-anak yang berdatangan ke area Ralina. Salah satu pengunjung, Shanti, mengaku tertarik dengan konsep tersebut.

“Saya sangat kaget awalnya, anak saya tiga langsung narik-narik tangan saya karena mau mendengarkan dongeng boneka. Setelah itu anak saya ikut juga mewarnai. Ternyata ada kegiatan seunik ini, dan gratis pula,” ungkapnya.

Bagi PCNA Buduran, RALINA bukan sekadar agenda komunitas. Kegiatan ini menjadi upaya membawa gerakan literasi keluar dari ruang formal agar lebih dekat dengan masyarakat.

Melalui tema “Bermain, Bercerita dan Berkarya”, PCNA Buduran menunjukkan bahwa budaya literasi dapat dibangun dengan pendekatan kreatif, ramah, dan menyenangkan bagi anak-anak. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 05/10/2026 17:04
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu