Forum Komunikasi Ustadz dan Ustadzah (FOKUS) menggelar Rapat Kerja (RAKER) Pengurus masa bakti 2026–2031 di TPQ Baitusyukur Sidokumpul Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Raker ini menjadi titik awal penyusunan program strategis, penyelarasan visi-misi, sekaligus penguatan arah gerak organisasi dalam bidang pendidikan Al-Qur’an dan dakwah.
Mengusung tema “Memperkuat Sinergi Pendidikan Al-Qur’an Menuju Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia”, kegiatan dihadiri oleh jajaran pengurus lima bidang, para pendiri, penasehat, serta ustadz-ustadzah anggota FOKUS.
Struktur Solid untuk Gerak Terarah
Pada periode ini, FOKUS membagi kerja organisasi ke dalam lima bidang utama, yakni:
PHBI & Dakwah, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Hubungan Masyarakat (Humas), Perlengkapan, dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang).
Pembagian ini dirancang untuk memastikan pengelolaan organisasi berjalan lebih terstruktur, profesional, dan fokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an di TPQ, TKA/TPA, dan lembaga binaan lainnya.
Sinergi adalah Kunci
Ketua terpilih, Ustadz Fajar Awali, S.Pd.I, menegaskan pentingnya sinergi dalam menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.
“FOKUS tidak boleh sekadar menjadi tempat berkumpul. Kita harus menjadi mitra strategis dalam pengembangan pendidikan Islam dasar. Tujuan kita jelas, memastikan generasi penerus mampu membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dengan benar,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap bidang harus berjalan selaras dan saling mendukung.
“Jika satu bagian tidak berjalan, maka organisasi akan ikut terhambat. Karena itu, sinergi adalah kunci utama,” tegasnya.
Lebih dari itu, ia mengingatkan bahwa peran ustadz dan ustadzah tidak hanya mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.
“Kita sedang membangun akhlak. Target kita bukan hanya anak yang pandai mengaji, tetapi juga berakhlak mulia, jujur, dan bermanfaat bagi agama dan bangsa.”
Pegang Tiga Pilar
Penasehat FOKUS, Ustadz Muhammad Wahid, S.Pd.I., M.Pd, memberikan arahan strategis kepada seluruh pengurus.
Ia mengapresiasi struktur organisasi yang dinilai lengkap, namun mengingatkan bahwa keberhasilan ditentukan oleh implementasi program.
“Struktur sudah baik, tapi harus diisi dengan kerja nyata. Jangan hanya program seremonial, tetapi program yang berdampak,” ujarnya.
Ia menekankan tiga hal utama yang harus dijaga: Kekompakan, Kualitas Program, dan Inovasi
Menurutnya, keberadaan Litbang menjadi langkah maju untuk menghadirkan metode pembelajaran yang relevan, sementara Diklat menjadi ujung tombak peningkatan kualitas guru.
“Guru adalah kunci. Kualitas santri bergantung pada kualitas pengajarnya,” tegasnya.
Ia juga mendorong penguatan peran Humas dalam menjalin kemitraan serta PHBI & Dakwah dalam membumikan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Program Kerja
Dalam sesi pembahasan, masing-masing bidang merumuskan program strategis:
- PHBI & Dakwah: Tarhib Ramadhan, takbir keliling, dakwah keliling, iftar jama’i, serta pembinaan akhlak masyarakat.
- Diklat: Pelatihan dan sertifikasi guru Al-Qur’an, parenting, FASI, penyusunan kurikulum standar, hingga modul pembelajaran.
- Humas: Penguatan kerja sama dengan pemerintah, Kemenag, dunia usaha, dan media.
- Perlengkapan: Pengelolaan aset, sarana belajar, dan logistik kegiatan.
- Litbang: Pengembangan metode belajar, media berbasis teknologi, serta evaluasi program.
Komitmen: Melahirkan Generasi Qur’ani
Raker ditutup dengan komitmen bersama seluruh pengurus untuk menjalankan amanah organisasi secara maksimal.
Keberhasilan FOKUS, ditegaskan, tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari kualitas hasil—yakni lahirnya generasi yang mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil, memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat ukhuwah, FOKUS menatap masa depan dengan optimisme: menjadi wadah yang terus melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments