Asap tipis yang mengepul dari bara arang berpadu dengan aroma sate yang menggoda menjadi pemandangan istimewa di halaman A.R. Fakhruddin Square SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A, Senin (15/6/2026).
Seluruh murid kelas I hingga kelas VI berkumpul dalam kegiatan Satay Party, sebuah agenda kebersamaan yang digelar sebagai bentuk rasa syukur pasca-Iduladha sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai ukhuah dan kebersamaan.
Sejak pagi, para murid terlibat aktif dalam berbagai persiapan kegiatan. Perwakilan murid kelas I dan II membawa arang, sedangkan murid kelas III hingga VI membawa perlengkapan pemanggangan yang telah ditentukan.
Setelah seluruh perlengkapan terkumpul, para murid bersama wali kelas masing-masing mulai melakukan proses pembakaran sate yang telah disiapkan oleh sekolah.
Suasana penuh semangat terlihat ketika murid, guru, dan karyawan SD Mugres bekerja sama menyiapkan hidangan untuk dinikmati bersama.
Dalam pelaksanaannya, para guru dan karyawan laki-laki bertugas menyiapkan serta mengatur bara arang agar proses pembakaran berjalan lancar. Sementara itu, guru dan karyawan perempuan menyiapkan bumbu sate, lontong, serta mengoordinasikan pengumpulan sate yang telah matang.
Sate yang sudah siap kemudian ditata dalam piring saji lengkap dengan lontong dan bumbu sebelum dibagikan kepada seluruh murid.
Setelah seluruh hidangan selesai disiapkan, pembagian sate dilakukan secara tertib dimulai dari murid kelas I.
Anak-anak tampak antusias mengantre untuk mengambil hidangan yang berisi sate, lontong, dan bumbu. Suasana makan bersama berlangsung meriah dan penuh keceriaan.
Bagi para murid, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan karena mereka tidak hanya menikmati hidangan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses persiapannya.
Kaur Kehidupan Islami SD Mugres Kampus A, Syahriyani, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan Satay Party tidak sekadar menjadi agenda makan bersama, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi peserta didik.
Menurut perempuan yang akrab disapa Sani itu, kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur setelah perayaan iduladha sekaligus memperkenalkan makna kebersamaan yang terkandung dalam ibadah kurban.
“Alhamdulillah, kegiatan Satay Party ini memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi anak-anak. Mereka belajar bekerja sama, saling membantu, menghargai proses, dan mensyukuri nikmat yang diberikan Allah Swt. Nilai-nilai kebersamaan seperti inilah yang ingin terus ditanamkan kepada seluruh murid SD Mugres,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga meninggalkan kesan mendalam bagi para murid.
Salah satu murid kelas V, Aathifani Caecelia Khairunnafisah, mengaku sangat senang dapat mengikuti Satay Party bersama teman-teman dan guru.
“Saya senang karena bisa membakar sate bersama teman-teman dan guru. Rasanya seru dan satenya juga enak karena dimakan bersama-sama,” tuturnya.
Melalui kegiatan Satay Party, SD Mugres tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat, tetapi juga menanamkan nilai syukur, kerja sama, dan ukhuah Islamiyah kepada seluruh peserta didik sejak dini.





0 Tanggapan
Empty Comments