Sekolah Dasar Muhammadiyah 8 Tulangan (SD Muhdelta) kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi unggul melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Gelombang 2 bagi calon siswa baru tahun ajaran 2026–2027. Kegiatan ini digelar pada Sabtu (18/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB di lingkungan sekolah, diikuti oleh 20 calon siswa yang datang bersama orang tua masing-masing.
Program ini menjadi solusi bagi calon peserta didik yang sebelumnya belum sempat mengikuti uji kompetensi gelombang pertama. Kepala SD Muhdelta, Muhammad Saifuddin Zuhri, M.Pd, menjelaskan bahwa evaluasi internal mendorong pihak sekolah memperbaiki sistem komunikasi dengan orang tua.
“Gelombang kedua ini kami adakan untuk menjemput calon siswa yang sudah mendaftar indent tetapi belum mengikuti tes sebelumnya. Kami menyadari, informasi sebelumnya hanya kami sampaikan melalui grup WhatsApp, sehingga ada orang tua yang terlewat. Sekarang kami undang langsung melalui pesan pribadi, dan alhamdulillah responsnya sangat luar biasa,” ujar Saifuddin saat ditemui di ruang kerjanya.
Dalam uji kompetensi ini, calon siswa tidak hanya diuji kemampuan akademiknya, tetapi juga menjalani tes psikologi serta pengukuran seragam. Menurutnya, tahapan tersebut merupakan bagian penting dalam memetakan kesiapan anak sebelum memasuki dunia sekolah dasar.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak benar-benar siap. Jadi bukan hanya akademik yang kami nilai, tetapi juga aspek psikologis, seperti gaya belajar, kondisi emosional, hingga kecakapan sosialnya,” jelasnya.
Hasil dari asesmen ini nantinya akan dirangkum secara komprehensif dan disampaikan kepada orang tua. Bahkan, pihak sekolah berencana mengundang wali murid untuk berdiskusi langsung dengan psikolog sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Dengan pemetaan ini, guru sudah memiliki gambaran awal tentang karakter dan kemampuan anak. Sehingga saat pembelajaran dimulai, pendekatan yang diberikan bisa lebih tepat dan maksimal,” tambah alumni Pascasarjana Unesa tersebut.
Persiapan Matang Sambut Siswa Baru
Menjelang penerimaan peserta didik baru, SD Muhdelta menegaskan kesiapan mereka, baik dari sisi sarana prasarana maupun sistem pembelajaran. Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah mencapai hampir 100 siswa atau setara dengan empat kelas yang telah terpenuhi.
“Alhamdulillah, empat kelas sudah terpenuhi. Namun kami masih membuka kesempatan untuk kelas kelima. Kami sangat terbuka bagi orang tua yang ingin mempercayakan pendidikan putra-putrinya di SD Muhdelta,” ungkapnya.
Terkait kapasitas, sekolah menargetkan maksimal lima kelas untuk tahun ajaran mendatang. Meski demikian, Syaifuddin menegaskan bahwa kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas utama, termasuk dalam pembatasan jumlah siswa per kelas.
“Secara aturan, satu kelas bisa sampai 28 siswa. Namun di SD Muhdelta kami batasi maksimal 25 siswa, bahkan bisa kurang. Tujuannya agar pembelajaran lebih efektif dan pelayanan kepada siswa lebih optimal,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh kebutuhan penunjang pembelajaran telah dipersiapkan dengan baik.
“Dari sisi sarana dan prasarana, insyaallah hampir semua yang dibutuhkan siswa, baik untuk menunjang kompetensi akademik maupun non-akademik, sudah kami siapkan,” pungkasnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, SD Muhdelta optimistis mampu memberikan layanan pendidikan terbaik serta mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments