SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SD Muhida) kenalkan asas demokrasi pada siswa-siswi lewat kegiatan pemilihan umum anggota formatur IPM Kids di Aula Mas Mansyur SD Muhida, Selasa (1/9/2026).
Tercatat ada sebanyak 16 siswa yang yang masuk daftar bakal calon anggota formatur IPM Kids periode 2026/2027.
Pemilihan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan serta perwakilan dari siswa kelas 4 sampai 6.
Dimulai dari pukul 9 sampai 11 pagi, kegiatan dibuat sama persis dengan acara pemilihan umum biasanya. Memiliki tempat pendaftaran atau registrasi, bilik suara dan tinta biru usai memilih.
Gunakan Digitalisasi
Berbeda dari tahun sebelumnya, pemilu IPM Kids ini menggunakan sistem digitalisasi, mulai dari sistem pendaftaran hingga pemilihan.
Saat pendaftaran, peserta pemilu cukup scan kartu My Smart Card (MSC) lalu mendatangi bilik yang sudah disediakan.
Di setiap bilik terdapat komputer untuk memilih anggota formatur IPM Kids SD Muhida. Hanya lewat klik di komputer, suara pemilih langsung bertambah di proyektor Aula.
Dari 16 bakal calon ini hanya diambil delapan siswa yang akan menjadi anggota formatur IPM Kids SD Muhida.
Delapan siswa inilah yang akan membantu menciptakan suasana sekolah yang positif, menjadi teladan dalam kedisiplinan dan akhlak, serta mengajak teman-teman dalam kegiatan positif. Tidak lupa mereka juga nantinya yang ikut berkontribusi dalam berbagai kegiatan sekolah.
IPM Kids SD Muhida berdiri sejak tahun 2024 dan terus belajar dan berkembang dalam pembinaan nya. Anggota IPM Kids sendiri ialah siswa mulai dari kelas 4 hingga kelas 6.
Ketua tim pembina IPM Kids SD Muhida, Muchammad Fachruddin SPd, menjelaskan jika kehadiran IPM Kids ini penting di sekolah Muhammadiyah.
Menurutnya, IPM Kids hadir untuk menanamkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial kepada siswa sejak dini.
“Melalui IPM Kids, anak-anak diberikan ruang untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, berkomunikasi, serta menjadi teladan bagi teman-temannya di lingkungan sekolah” ucapnya.
Bakal Lewati Berbagai Tahapan
Sebelum sampai menjadi 16 calon anggota formatur, ada serangkaian tahap yang harus dilewati. Pada awalnya, tim pembina mengadakan sosialisasi tentang IPM Kids kepada siswa-siswi kelas 4 hingga 6.
Dari situlah para pembina membuka pendaftaran sekaligus penjaringan calon peserta yang berminat melalui guru pararel kelas.
“Pada seleksi awal, para pembina melihat motivasi, tanggung jawab, komunikasi, dan kesiapan siswa melalui observasi dan pemetaan potensi masing-masing calon” ungkap guru yang akrab dipanggil Fafa itu.
“Seleksi ini berupa wawancara atau pendalaman karakter dan motivasi calon IPM Kids” tambahnya.
Setelah itu, para pembina melakukan penilaian dan musyawarah untuk menentukan calon yang paling siap. Hingga akhirnya ditetapkan 16 calon formatur IPM Kids yang akan mengikuti pembinaan dan proses selanjutnya.
Menurutnya, ke-16 siswa yang dipilih ini bukan hanya anak yang aktif atau berani berbicara. Tetapi juga anak yang memiliki kemauan belajar, tanggung jawab, kepedulian, dan potensi untuk menjadi pemimpin.
Fahruddin berharap IPM Kids ini menjadi wadah bagi siswa untuk belajar kepemimpinan dan berorganisasi.
“Yang paling penting, IPM Kids bukan sekadar sebuah jabatan, tetapi proses belajar menjadi anak yang bertanggung jawab, percaya diri, mampu bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments