Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Security SDMM Jadi Guru Tamu STEM, 90 Siswa Kelas III Rakit Alat Penampung Air Leri

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Security SDMM Jadi Guru Tamu STEM, 90 Siswa Kelas III Rakit Alat Penampung Air Leri
Mas Syaiful (memakai baju takwa putih) menjelaskan alat dan bahan pembuatan penampungan air leri di depan siswa kelas 3 (Ema Rohmah Hayati/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 90 siswa kelas III SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), Gresik, belajar merakit instalasi penampungan air leri untuk menyiram tanaman bersama Syaiful Fathoni, staf security sekolah, Kamis (15/10/2026). Kegiatan guru tamu STEM yang berlangsung di halaman sekolah ini menjadi bagian dari proyek CUAN (Cinta untuk Alam dan Tanaman) bertajuk Optimalisasi Air Leri Katering Sekolah.

Siswa kelas III Dandelion, Magnolia, dan Snowdrop mengikuti demonstrasi perakitan alat, mulai dari mengenal bahan, memahami langkah kerja, hingga menguji instalasi di taman sekolah. Mas Syaiful, sapaan akrabnya, mendampingi siswa pada tahap Mengaplikasikan setelah mereka menyelesaikan tahapan Merefleksi, Meneliti, Mengeksplorasi, dan Menemukan.

Koordinator STEM, Askiyatin, S.Pd., menjelaskan bahwa proyek CUAN berangkat dari persoalan sehari-hari. Air bekas cucian beras dari katering sekolah selama ini dibuang ke selokan, sementara tanaman di kebun sekolah terkadang layu karena penyiraman belum optimal.

Melalui proyek ini, siswa diajak memanfaatkan air leri untuk penyiraman tanaman sekaligus belajar mengurangi limbah. Pembelajaran mengintegrasikan unsur Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM), mulai dari mengenali potensi air leri, merancang instalasi sederhana, hingga mengukur volume air dan tinggi tanaman.

Pengalaman teknik Mas Syaiful menjadi bekal penting dalam kegiatan tersebut. Lulusan Teknik Mesin SMK Muhammadiyah 5 Babat ini pernah bekerja di bengkel las, bengkel dinamo, pabrik kayu, serta bidang pengeboran minyak dan air. Sejak 2009, ia bergabung dengan SDMM sebagai staf security.

Antusiasme siswa terlihat saat demonstrasi berlangsung. Gauri, siswa kelas III Dandelion, bertanya tentang fungsi kabel ties dalam pembuatan instalasi. Mas Syaiful menjelaskan bahwa pengikat tersebut digunakan untuk menjaga pipa tetap kuat dan tidak mudah bergeser ketika alat ditempatkan di taman.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Instalasi yang dibuat masih sederhana. Namun, tim STEM berencana mengembangkannya dengan sistem pemantauan otomatis melalui ponsel dan pompa untuk membantu menyalurkan air dari penampungan ke tanaman.

Di akhir kegiatan, Mas Syaiful berharap keterampilan yang dibagikannya dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga apa yang disampaikan tadi bermanfaat untuk proyek STEM anak-anak, bisa dicoba di rumah, dan digunakan di kemudian hari,” harapnya.

Melalui proyek CUAN, SDMM mengajak siswa memahami bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di kelas. Pengalaman tenaga kependidikan pun dapat menjadi sumber belajar untuk menumbuhkan kreativitas, rasa ingin tahu, dan kepedulian terhadap lingkungan. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 15/10/2026 20:04
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu