Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sedekah Paling Utama dan Dicintai Allah, Ustaz Mujiman Sampaikan Inspirasi dalam Kajian Subuh

Iklan Landscape Smamda
Sedekah Paling Utama dan Dicintai Allah, Ustaz Mujiman Sampaikan Inspirasi dalam Kajian Subuh
Kisah-kisah inspiratif disajikan Ustaz Mujiman di Kajian Inspiratif Subuh Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik Sabtu (11/7/2026)
pwmu.co -

Takmir Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik menggelar Kajian Inspiratif Subuh dengan menghadirkan Ustaz Mujiman dari Yogyakarta, Sabtu (11/7/2026). Dalam kajiannya, dai yang juga anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah Bantul tersebut mengajak jamaah menjadikan sedekah sebagai amalan utama setelah Allah memberikan nikmat keamanan, kesehatan, dan kecukupan rezeki.

Mengawali ceramahnya, Ustaz Mujiman mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Tirmidzi.

“Barangsiapa di antara kalian yang pada pagi harinya merasa aman di tempat tinggalnya, sehat tubuhnya, dan memiliki makanan yang cukup untuk hari itu, maka seolah-olah dunia dan segala isinya telah diberikan kepadanya.”

Menurutnya, ketika tiga nikmat tersebut telah dimiliki, seorang muslim hendaknya semakin terdorong untuk memperbanyak sedekah dan berbagi kepada sesama.

Ustaz Mujiman menjelaskan bahwa orang yang gemar berinfak dan memberi nafkah akan memperoleh doa dari para malaikat.

“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, ‘Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).’ Malaikat yang lain berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).’ (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010).”

Ia kemudian mengisahkan tiga tipe sahabat Rasulullah SAW dalam bersedekah. Ada yang menyedekahkan penghasilan dari pekerjaan tambahan, ada yang mendahulukan sedekah sebelum menggunakan penghasilannya untuk kebutuhan pribadi, dan ada pula yang bersedekah dari sisa rezekinya.

“Jamaah tipe yang mana?” tanyanya kepada para jamaah.

Dalam kajiannya, Ustaz Mujiman juga menceritakan keteladanan Umar bin Khattab RA yang pernah terlambat mengikuti salat Asar berjamaah karena berada di kebun kurmanya.

Sebagai bentuk penyesalan, Umar kemudian menyedekahkan seluruh kebun tersebut kepada kaum fakir miskin.

“Umar merelakan kebun lepas dari kepemilikannya, sebagai kafarat atas keterlambatannya melaksanakan salat jamaah. Sebenarnya, tak ada kewajiban bagi umat Islam untuk menghibahkan kekayaan sebesar itu ‘hanya’ gara-gara telat salat jamaah. Tapi Umar melakukan hal itu lantaran kecintaannya yang mendalam terhadap aktivitas ibadah. Sikap Umar tersebut secara tersirat juga mencerminkan kezuhudan dalam dirinya. Lebih dari sekadar ketertarikan atas pahala berlipat dari salat jamaah, ‘keputusan ekstremnya’ itu menjadi penanda bahwa hatinya tak begitu terikat dengan kemewahan harta benda,” ungkap Ustaz Mujiman.

Ustaz Mujiman menjelaskan bahwa sedekah menjadi salah satu sebab turunnya ampunan Allah SWT.

Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim tentang pentingnya memperbaiki akhlak, menjaga lisan, serta memperbanyak amal saleh, termasuk sedekah.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa sedekah tidak hanya diberikan kepada manusia, tetapi juga kepada hewan.

Ustaz Mujiman membawakan hadis tentang seseorang yang memberi minum seekor anjing hingga Allah mengampuni dosanya.

SMPM 5 Pucang SBY

“Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kehausan. Dia berkata, ‘Anjing ini kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi sepatunya dan memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia naik dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” (HR. Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244)

Ia juga mengutip hadis riwayat Muslim tentang seorang wanita yang memperoleh ampunan Allah karena memberi minum seekor anjing yang kehausan.

Menurut Ustaz Mujiman, sedekah juga dapat dijadikan sebagai wasilah untuk memohon kebaikan kepada Allah SWT, baik berupa kesehatan maupun keberkahan hidup.

Namun, ia mengingatkan agar sedekah tidak dipahami sebagai transaksi semata.

“Yang pasti setiap sedekah pahalanya akan dilipatgandakan Allah hingga tujuh ratus kali.”

Ustaz Mujiman kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 92.

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Ia menegaskan bahwa sedekah yang paling utama adalah memberikan sebagian harta yang benar-benar dicintai.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai keutamaan bersedekah kepada kerabat.

“Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah. Sedekah terhadap kerabat memiliki dua keutamaan, yaitu sedekah dan menyambung tali silaturahmi.” (HR. Tirmidzi).

Menutup kajiannya, Ustaz Mujiman mengisahkan perkataan Abdullah bin Mas’ud RA mengenai keutamaan para sahabat Rasulullah SAW.

Ibnu Mas’ud menjelaskan bahwa para sahabat lebih utama bukan karena banyaknya ibadah semata, tetapi karena mereka memiliki sifat zuhud terhadap dunia dan lebih mencintai kehidupan akhirat.

Melalui kajian tersebut, Ustaz Mujiman mengajak jamaah menjadikan sedekah sebagai kebiasaan hidup yang dilandasi keikhlasan, kepedulian kepada sesama, serta orientasi meraih ridha Allah SWT.

Revisi Oleh:
  • Satria - 11/07/2026 12:19
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu