Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Selamatkan Pesisir dari Logam Berat, Dosen UMSurabaya Edukasi Potensi Mikroorganisme Mangrove

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Selamatkan Pesisir dari Logam Berat, Dosen UMSurabaya Edukasi Potensi Mikroorganisme Mangrove
Edukasi potensi mikroorganisme mangrove di pesisir Surabaya oleh dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya. (Ajeng/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Kawasan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung wilayah pesisir dari abrasi dan habitat berbagai biota laut. Lebih dari itu, tanah mangrove ternyata menyimpan potensi besar dalam mendukung upaya penanganan pencemaran lingkungan, khususnya pencemaran logam berat.

Potensi tersebut menjadi perhatian dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), Vella Rohmayani, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi pemanfaatan tanah mangrove sebagai sumber agen bioremediasi logam berat, (10/6/2025).

Kegiatan ini memperkenalkan kepada masyarakat bahwa tanah mangrove memiliki karakteristik lingkungan yang unik dan dapat menjadi habitat bagi berbagai mikroorganisme yang berpotensi dimanfaatkan dalam proses bioremediasi.

Bioremediasi merupakan pendekatan pengelolaan pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan organisme hidup, seperti bakteri dan jamur, untuk membantu mengurangi, mengubah, atau mengimobilisasi zat pencemar. Dalam konteks pencemaran logam berat, mikroorganisme tertentu dapat berperan melalui mekanisme biosorpsi, bioakumulasi, dan transformasi kimia sehingga mobilitas atau ketersediaan hayati logam dapat dikurangi.

Tanah Mangrove, Potensi Tersembunyi untuk Mengatasi Pencemaran

Selama ini, mangrove lebih dikenal sebagai ekosistem yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Padahal, sedimen atau tanah mangrove juga memiliki karakteristik fisik, kimia, dan biologis yang mendukung kehidupan mikroorganisme dengan kemampuan adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang khas.

Keberadaan mikroorganisme tersebut menjadi peluang untuk dikembangkan sebagai agen bioremediasi, khususnya dalam penanganan pencemaran logam berat yang dapat berasal dari aktivitas industri, limbah domestik, maupun aktivitas manusia lainnya.

Melalui edukasi ini, masyarakat diperkenalkan pada hubungan antara kelestarian ekosistem mangrove, keanekaragaman mikroorganisme, dan potensi pemanfaatannya dalam teknologi ramah lingkungan.

Bioremediasi sebagai Alternatif Teknologi Ramah Lingkungan

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah pentingnya mengembangkan pendekatan pengelolaan pencemaran yang tidak hanya efektif, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Pemanfaatan mikroorganisme dari tanah mangrove sebagai agen bioremediasi berpotensi menjadi salah satu alternatif dalam mendukung penanganan pencemaran logam berat. Pendekatan ini memanfaatkan kemampuan biologis organisme untuk berinteraksi dengan kontaminan sehingga dapat membantu mengurangi risiko pencemaran.

Namun, pemanfaatannya tetap memerlukan penelitian dan pengujian lebih lanjut, termasuk identifikasi jenis mikroorganisme, kemampuan mengikat atau mengubah logam berat, serta pengujian keamanan dan efektivitasnya.

Membangun Kesadaran Masyarakat tentang Potensi Ekosistem Mangrove

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Vella Rohmayani mengajak masyarakat untuk melihat mangrove tidak hanya sebagai kawasan hijau pesisir, tetapi juga sebagai sumber daya ekologis yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove sekaligus membuka wawasan tentang pemanfaatan sumber daya alam secara inovatif dan bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi UMSurabaya, khususnya dalam menghadirkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Dengan mengoptimalkan potensi ekosistem mangrove melalui pendekatan bioremediasi, diharapkan lahir inovasi pengelolaan lingkungan pesisir yang lebih berkelanjutan. Sebab, menjaga mangrove bukan hanya tentang mempertahankan kawasan hijau di tepi laut, tetapi juga menjaga potensi kehidupan dan sumber daya alam yang tersimpan di dalamnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 30/10/2026 20:11
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu