Suasana Smamda Tower berlangsung penuh antusiasme pada Sabtu (17/10/2026). Melalui Pendidikan dan Pelatihan Ekstrakurikuler (Dikstra) Robotika tahun ajaran 2026/2027, siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) diajak mengenal dunia teknologi dan mekanika melalui praktik langsung merakit dan memprogram robot air.
Kegiatan ini semakin menarik dengan keterlibatan siswa kelas XI dan XII yang mendampingi adik-adik kelasnya selama proses pelatihan.
Acara diawali dengan sesi berbagi pengalaman dan motivasi bersama alumni Smamda tahun 2022, Fahmi Faizullah Ghazanfar Wicaksono, ST. Alumni yang pernah menorehkan prestasi internasional dan melanjutkan pendidikan di Universitas Airlangga ini memberikan sejumlah pesan penting kepada para peserta.
Fahmi mendorong siswa agar berani bereksplorasi dan tidak takut mencoba hal baru.
“Jangan takut buat eksplor dan ikut lomba buat raih kesempatan yang gak kita duga,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti perlombaan sejak kelas X dan XI. Menurutnya, pengalaman berkompetisi dapat memperluas wawasan sekaligus membangun jaringan yang bermanfaat bagi masa depan.
Selain itu, Fahmi memberikan gambaran mengenai tantangan studi Robotika dan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) di perguruan tinggi yang memiliki kompleksitas lebih tinggi. Karena itu, siswa perlu membangun fondasi pengetahuan dan keterampilan sejak di bangku sekolah.
Merakit Robot Air, Belajar Langsung dari Praktik
Memasuki agenda inti, peserta Dikstra Robotika mendapatkan pengalaman langsung merakit dan memprogram robot air. Kegiatan ini dipandu oleh trainer Rajendra Maulana Syahputra dan Attaya Bagas Rafif Ramadhan.
Peserta dibagi menjadi tiga tim kerja. Setiap tim bertugas merangkai komponen robot, mulai dari dua motor penggerak baling-baling, papan Arduino sebagai pengendali, baterai sebagai sumber daya, hingga motor driver untuk mengatur kecepatan dan arah gerak robot.
Seluruh komponen kemudian dipasang pada bodi berbahan gabus agar robot dapat mengapung dengan seimbang di atas permukaan air.
Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya mengenal fungsi setiap komponen, tetapi juga belajar mengintegrasikan perangkat keras dan pemrograman agar robot dapat bergerak sesuai instruksi.
Keseruan mencapai puncaknya pada sesi running test. Ketiga tim membawa robot hasil rakitan mereka ke kolam untuk menguji kinerja masing-masing karya.
Sorak bahagia peserta pun terdengar ketika ketiga robot berhasil meluncur dan beroperasi dengan baik di atas permukaan air. Keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga setelah mereka melewati proses perakitan dan memahami materi teknis yang diberikan.
Salah satu peserta, Ifra Hazima dari kelas X.12, mengaku sempat merasa kesulitan saat mengikuti materi pada awal kegiatan. Namun, pengalaman menguji robot secara langsung membuatnya semakin bersemangat.
“Awalnya sempat pusing dengan materinya, tapi pas uji coba running robot senang sekali karena robotnya bisa berjalan dengan baik dan stabil di kolam,” ungkapnya.
Melalui Dikstra Robotika, Smamda Surabaya berupaya membekali siswa dengan keterampilan dasar pemrograman, mekanika, dan pemecahan masalah. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian mencoba, serta kemampuan bekerja sama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments