Aisyiyah Qur’anic Boarding School melaksanakan kegiatan Rihlah at-Tarbawiyah sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan berbasis sains. Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Ponorogo, Badan Pembina Pesantren (BPP), serta seluruh keluarga besar AQBS dengan jumlah sekitar 60 peserta.
Rihlah ini bertujuan sebagai studi tiru (ngangsu kaweruh) ke SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, khususnya dalam mempelajari sistem pendidikan, pengelolaan pesantren berbasis sains, serta strategi pengembangan lembaga guna mewujudkan visi AQBS di bidang sains.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PDA Ponorogo, Ibu Hj. Titi Listyorini, S.E. yang menyampaikan maksud kunjungan dengan penuh kehangatan.
“Kami kulo nuwun dari AQBS Ponorogo. Pagi ini kami hadir untuk ngangsu kaweruh, belajar bersama SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, dengan harapan ke depan AQBS dapat berkembang menjadi pesantren besar di wilayah Ponorogo,” ungkap beliau.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menjelaskan perjalanan AQBS yang berdiri sejak 2014 sebagai pesantren mahasiswa ‘Aisyiyah, kemudian berkembang menjadi pesantren tahfidz. AQBS berkomitmen mencetak santriwati yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi di bidang sains.
“Kami ingin mendidik putri-putri menjadi kader ‘Aisyiyah, menjadi da’iyah, hafidzah, sekaligus memiliki kemampuan di bidang sains. Oleh karena itu, kami ingin belajar dari SMA Trensains bagaimana mengelola pendidikan sains yang unggul,” tambahnya.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh pimpinan SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, Ustadz Muhammad Fahruroni, M.Pd. Ia menjelaskan bahwa SMA Trensains merupakan sekolah di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen yang berdiri pada 5 November 2013.
Menurutnya, kunci utama keberhasilan Trensains terletak pada kemandirian santri.
“Anak-anak di sini dilatih untuk mandiri, mengatur waktu, dan mengelola diri. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” jelasnya.
Selain itu, berbagai kegiatan di Trensains dikelola langsung oleh santri melalui organisasi IPM, termasuk Science and Art Club sebagai wadah pengembangan potensi di bidang sains dan kreativitas. Para santri juga didorong untuk aktif berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
SMA Trensains dikenal sebagai sekolah unggulan yang mengembangkan sistem pembelajaran berbasis riset dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Pendekatan ini bertujuan mencetak generasi ilmuwan muslim yang mampu berpikir kritis serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan.
Dalam rangkaian kegiatan, santriwati AQBS juga berkesempatan mengikuti Science Club yang didampingi oleh anggota IPM SMA Trensains. Mereka diajak berkeliling mengenal berbagai fasilitas dan aktivitas penelitian, mulai dari laboratorium fisika, kimia, hingga biologi.
Salah satu eksperimen menarik yang diperkenalkan adalah pemanfaatan kotoran kambing yang diolah menjadi kertas bernilai guna, sebagai inovasi pengolahan limbah menjadi produk kreatif.
Pengalaman ini menjadi kesempatan berharga bagi santriwati untuk melihat secara langsung penerapan sains secara nyata dan aplikatif. Tidak hanya menambah wawasan, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat belajar, kreativitas, dan inovasi.
Kegiatan Rihlah at-Tarbawiyah kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara rombongan AQBS dan pihak SMA Trensains, guna menggali lebih dalam terkait sistem pendidikan, kurikulum, serta strategi pengelolaan lembaga.
Melalui kegiatan ini, AQBS Ponorogo diharapkan mampu memperoleh inspirasi baru dalam mengembangkan sistem pendidikan berbasis Al-Qur’an dan sains, serta melahirkan generasi santriwati yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.





0 Tanggapan
Empty Comments