Masjid tidak pernah kekurangan bangunan megah—yang sering hilang adalah kepedulian untuk merawat dan menghidupkannya. Di tengah kesibukan dan rutinitas, ada sekelompok anak muda yang memilih menjawab “panggilan” itu. Bukan sekadar hadir, tapi bergerak, belajar, dan mengambil peran lebih besar untuk masjid.
Sebanyak enam marbot muda dari Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran turut ambil bagian dalam Jambore Nasional ke-3 Bersih-Bersih Masjid yang diselenggarakan pada Sabtu–Ahad, (25–26/4/2026) di Masjid Al-Fattah Tulungagung Jawa Timur. Kegiatan ini akan dihadiri para pegiat kemakmuran masjid dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Bali hingga Sumatera.
Rombongan marbot Ar-Royyan berangkat pada pukul 08.00 pagi menggunakan kereta api. Enam marbot muda yang tergabung dalam kontingen tersebut di antaranya Haekal Falah, Athallah Fikri, Farras Muhyiddin, Elfirdaus, serta Bayu yang diamanahi sebagai kepala kontingen.
Bagi Masjid Ar-Royyan, keikutsertaan dalam jambore ini memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan luar kota. Jika selama ini diskusi tentang manajemen masjid sering dilakukan dalam forum internal, kini para marbot muda diajak terjun langsung dalam aksi nyata—membersihkan masjid-masjid di wilayah Tulungagung bersama para pegiat lainnya.
Selain itu, kegiatan ini juga akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penggerak kemasjidan seperti Mbah Trimo, Ustaz Kusnadi, Ustaz Rifky Ja’far Thalib, serta berbagai pegiat masjid yang siap berbagi pengalaman dan inspirasi.
Marbot Muda
Antusiasme tampak jelas dari para peserta. Atha, salah satu marbot muda yang baru bergabung sejak Ramadan lalu, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga.
“Saya bergabung menjadi marbot di sini baru Ramadan kemarin, tapi sudah banyak sekali hal positif yang saya dan teman-teman rasakan. Salah satunya bisa ikut kegiatan seperti ini. Kita bisa mengenal banyak pegiat masjid dari luar kota bahkan luar pulau, sekaligus memperkenalkan Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah kepada peserta lain,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Ustaz Ridwan Manan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini.
“Kami berharap Jambore Nasional Bersih-Bersih Masjid ini dapat menumbuhkan kesadaran jamaah dalam membangun peradaban umat yang bersih, kuat, dan berkemajuan,” tuturnya.
Kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan lantai atau merapikan ruang ibadah, tetapi juga membersihkan cara pandang—bahwa masjid adalah pusat peradaban yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama generasi muda.
Karena sejatinya, masjid tidak akan hidup hanya dengan suara adzan dan ramainya salat berjamaah. Ia hidup dari tangan-tangan yang merawat, hati yang peduli, dan langkah-langkah kecil anak muda yang memilih untuk tetap tinggal—dan memperjuangkannya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments