Kamis pagi (16/4/2026), suasana di SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz) tampak lebih hidup dan penuh semangat dari biasanya.
Aktivitas siswa berjalan seperti biasa, namun ada momen istimewa yang menjadi sorotan, yaitu kegiatan jurnalis cilik sekolah yang melakukan wawancara dengan salah satu siswi berbakat, Acha Alesha Zian, siswa kelas 4F yang dikenal aktif, percaya diri, dan berprestasi.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peliputan sekolah terkait partisipasi siswa dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Taman.
Ajang ini menjadi wadah penting bagi siswa untuk menyalurkan bakat, kreativitas, serta kemampuan di bidang seni dan sastra.
Acha Alesha Zian yang bertempat tinggal di Kalijaten, merupakan salah satu siswa yang menunjukkan perkembangan positif di lingkungan SD Mumtaz.
Ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin, rajin, dan memiliki semangat tinggi dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah, baik akademik maupun non-akademik.
Dalam ajang FLS3N Kecamatan Taman tersebut, Acha tampil dengan penuh percaya diri. Ia berusaha memberikan penampilan terbaiknya di tengah persaingan yang cukup ketat antar peserta dari berbagai sekolah dasar.
Meskipun demikian, Acha tetap menunjukkan sikap tenang dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran yang berharga.
Saat sesi wawancara berlangsung, Acha tampak antusias menjawab pertanyaan dari tim jurnalis cilik SD Mumtaz. Dengan senyum hangat, ia menceritakan pengalamannya mengikuti lomba tersebut.
“Senang sekali bisa ikut FLS3N. Saya jadi lebih percaya diri dan mendapatkan pengalaman baru yang sangat berkesan,” ungkap Acha.
Kegiatan jurnalis cilik ini menjadi bagian dari program literasi sekolah yang bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam berbicara, bertanya, mendengarkan, serta menulis berita secara sederhana namun informatif.
Para siswa terlihat serius mencatat setiap jawaban narasumber dan bekerja sama dalam menyusun hasil wawancara.
Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Kecamatan Taman sendiri merupakan ajang tahunan yang diikuti oleh siswa dari berbagai sekolah dasar.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat seni, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa sejak dini.
Berbagai cabang lomba seperti seni tari, musik, membaca puisi, hingga karya sastra menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Guru pembimbing SD Mumtaz memberikan apresiasi atas keberanian Acha dalam mengikuti ajang FLS3N.
Menurutnya, pengalaman seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam hal keberanian, disiplin, dan kepercayaan diri.
“Anak-anak seperti Acha ini sudah menunjukkan proses belajar yang luar biasa. Mereka berani mencoba, berani tampil, dan itu adalah hal yang sangat positif,” ujar salah satu guru pembimbing.
Dinah Afifah, S.Pd., selaku wali kelas 4F Acha, juga turut memberikan dukungan penuh selama proses latihan hingga pelaksanaan lomba.
Ia menyampaikan bahwa Acha menunjukkan kesungguhan dalam setiap persiapan dan tidak mudah menyerah ketika berlatih.
“Sejak awal latihan, Acha selalu menunjukkan semangat yang baik. Kami sebagai guru terus memberikan motivasi agar anak-anak percaya diri saat tampil. Ketika lomba pun kami tetap mendampingi dan menyemangati mereka,” ungkap Dinah Afifah, S.Pd.
Beliau juga menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan lomba bukan semata-mata hasil akhir, tetapi proses pembelajaran yang didapat oleh siswa. Melalui pengalaman tersebut, siswa belajar tentang kerja keras, keberanian, dan tanggung jawab.
“Yang paling penting adalah prosesnya. Anak-anak belajar banyak hal, mulai dari disiplin, percaya diri, hingga keberanian tampil di depan umum,” tambahnya.
Kehadiran Acha dalam ajang FLS3N Kecamatan Taman juga menjadi inspirasi bagi teman-temannya di kelas 4F. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati, mudah bergaul, dan selalu memberikan semangat positif kepada teman-temannya.
Beberapa siswa bahkan mengaku termotivasi untuk mengikuti jejak Acha dalam berbagai kegiatan lomba di masa mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa satu pengalaman positif dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan wawancara jurnalis cilik ditutup dengan sesi foto bersama antara Acha dan para jurnalis SD Mumtaz. Suasana hangat dan penuh keceriaan menjadi penutup kegiatan yang edukatif dan inspiratif tersebut.
SD Mumtaz berharap kegiatan jurnalis cilik ini dapat terus dikembangkan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Selain meningkatkan kemampuan literasi, kegiatan ini juga melatih keberanian, kerja sama, serta kemampuan berpikir kritis siswa.
Acha sendiri berharap dapat terus mengembangkan bakatnya dan mengikuti lebih banyak kegiatan positif di masa depan. Ia juga bertekad untuk terus belajar lebih giat agar dapat membanggakan orang tua, guru, dan sekolah.
“Semoga saya bisa terus belajar dan menjadi lebih baik lagi,” tutup Acha dengan penuh harapan.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, SD Mumtaz terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif, dan inspiratif bagi seluruh siswanya.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments