Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa Kelas 2 SDMM Gresik Belajar Mandiri Melipat Mukena

Iklan Landscape Smamda
Siswa Kelas 2 SDMM Gresik Belajar Mandiri Melipat Mukena
Siswa kelas 2 Firefly belajar melipat mukenah melalui life skill. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

“Ujungnya mana, ya?” Kalimat sederhana itu beberapa kali terdengar dari siswa kelas 2 SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik saat mengikuti kegiatan life skill, Selasa (18/8/2026).

Hari itu, siswa mendapat tantangan sederhana yang cukup menguji ketelitian, yakni melipat mukena dengan rapi dan benar.

Mukena yang licin, ukuran atasan yang cukup lebar, hingga tas penyimpanan yang mungil membuat beberapa siswa harus mencoba lebih dari sekali. Namun, dari proses itulah mereka belajar. Bukan hanya cara melipat mukena, tetapi juga bagaimana menyelesaikan sesuatu dengan sabar dan mandiri.

Arindra Ayunindya Zahra Siswoyo mengaku kegiatan tersebut cukup mudah sekaligus menantang.

“Melipat mukena itu lumayan susah, tapi sedikit gampang. Kalau sudah dilipat, mukena kita jadi rapi,” ujarnya.

Sementara itu, Shaqueena Alesha Ramadhani menemukan tantangan pada bagian atasan mukena yang berukuran lebih besar.

“Melipat mukena itu gampang, susahnya sedikit. Tantangannya saat melipat atasannya karena agak besar. Susah menemukan ujungnya saat melipat,” katanya.

Sampai Lima Kali Mencoba

Bagi Tatjana Sukma Maisyadipta, melipat mukena membutuhkan kesabaran ekstra. Ia bahkan mencoba hingga lima kali untuk mendapatkan lipatan yang sesuai.

“Saya mencoba melipat mukena hingga lima kali karena mukenanya licin. Susah karena harus menemukan ujung dengan ujung saat melipat. Tasnya kecil banget sehingga saat memasukkan mukena susah,” ceritanya.

Berbeda dengan teman-temannya, Gyandra Husna Arunika justru merasa kegiatan tersebut cukup mudah. Wakil Ketua Kelas 2 Firefly ini mengaku sudah pernah belajar melipat mukena ketika kelas 1.

“Melipat mukena itu sangat gampang karena pas kelas satu sudah pernah diajari oleh Ustadzah Rere,” ungkapnya.

Belajar Melipat Mukena Sambil Duduk

Guru Kelas 2 Firefly Reza Anistawati menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi latihan bagi siswa agar mampu menjaga adab ketika berada di masjid atau aula.

Menurutnya, anak-anak perlu mulai dibiasakan melipat mukena dalam posisi duduk, tanpa harus berdiri atau berpindah-pindah tempat.

“Anak-anak perlu belajar melipat mukena sambil duduk. Ini menjadi latihan untuk mereka ketika nanti shalat bersama di aula atau masjid. Setelah selesai shalat, mereka diharapkan bisa langsung melipat mukena dengan rapi tanpa berdiri dan tidak mengganggu jamaah yang lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterampilan sederhana tersebut membantu anak-anak lebih tertib ketika menggunakan fasilitas bersama, seperti aula dan masjid.

“Jadi, mereka bukan hanya belajar bagaimana mukenanya bisa terlipat rapi, tetapi juga belajar adab. Saat berada di masjid, kita harus memperhatikan orang lain yang sedang beribadah. Jangan sampai aktivitas kita setelah shalat justru mengganggu jamaah lainnya,” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dari Melipat Mukena, Belajar Ibadah

Reza menekankan bahwa merawat dan merapikan mukena juga menjadi bagian dari pembiasaan ibadah.

“Melipat mukena itu bukan sekadar life skill. Ini juga bagian dari ibadah. Anak-anak belajar menjaga perlengkapan yang mereka gunakan untuk beribadah agar tetap bersih dan rapi,” jelasnya.

Ia juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan pembiasaan karakter Islami yang sederhana, tetapi penting.

“Kebersihan dan kerapian itu bagian dari iman. Jadi, sejak kecil anak-anak perlu dibiasakan untuk menjaga kebersihan dan kerapian, termasuk mukena yang mereka gunakan untuk shalat,” imbuhnya.

Menurut fasilitator pembelajaran mendalam itu, proses belajar tidak harus selalu melalui kegiatan yang rumit. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat menjadi kebiasaan baik bagi anak.

“Anak-anak sebenarnya sudah sering melihat orang dewasa melipat mukena. Namun, melihat dan melakukannya sendiri tentu berbeda. Hari ini mereka belajar langsung, mencoba sendiri, menemukan kesulitan, lalu mencari cara agar bisa melipat dengan lebih rapi,” tuturnya.

Ia menambahkan, proses mencoba berulang kali justru menjadi bagian penting dalam pembelajaran.

“Tidak apa-apa kalau belum langsung rapi. Yang penting anak-anak mau mencoba, tidak mudah menyerah, dan akhirnya bisa melakukannya sendiri. Dari kegiatan sederhana seperti ini, kemandirian mereka tumbuh,” tambahnya.

Belajar dari Hal-Hal Kecil

Kegiatan melipat mukena menjadi pengalaman sederhana yang bermakna bagi siswa Kelas 2 Firefly. Mereka belajar merapikan perlengkapan ibadah sekaligus melatih koordinasi tangan, ketelitian, kesabaran, dan kemandirian.

Satu per satu mukena dilipat. Ada yang langsung berhasil, ada pula yang harus membuka kembali lipatannya dan mencoba dari awal.

Namun, tidak ada wajah menyerah.

Bagi anak-anak, life skill hari itu bukan tentang siapa yang paling cepat selesai. Mereka sedang belajar bahwa sesuatu yang terlihat sederhana pun membutuhkan proses.

Dari lipatan mukena yang sederhana itu, tumbuh kebiasaan baik: belajar melakukan sesuatu sendiri, menjaga kebersihan, menghargai jamaah lain, dan merawat perlengkapan ibadah. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 18/08/2026 18:39
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu