Siswa kelas 2 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya mengikuti kegiatan indoor learning di halaman sekolah setempat dengan tema “Permainan Tradisional Seru dan Menyenangkan”, Rabu (13/5/2025).
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias dengan berbagai agenda permainan tradisional yang melibatkan seluruh siswa.
Permainan tradisional merupakan permainan yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, seperti congklak, egrang, bakiak, gobak sodor, dan permainan lainnya.
Pada sesi pembukaan, Ustadz Ain mengajak siswa melakukan review mengenai nama-nama permainan tradisional yang mereka ketahui.
Para siswa pun menjawab dengan antusias.
“Egrang, bakiak, dakon, ketapel, kelereng,” sahut para siswa.
Ustadz Ain menegaskan bahwa permainan tradisional sangat menyenangkan apabila dilakukan dengan memperhatikan aturan, kekompakan, serta keselamatan bersama.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memainkan permainan tali kaki yang pernah populer pada masanya.
Pada permainan itu, siswa berdiri dengan satu kaki sementara kaki lainnya dikaitkan dengan kaki teman di sampingnya. Mereka kemudian bergerak berputar sambil melompat bersama.
Permainan tersebut melatih kekuatan otot, keseimbangan, serta kekompakan antarpemain.
Selanjutnya, siswa bermain puzzle secara berkelompok. Masing-masing kelompok menyusun puzzle bergambar permainan tradisional yang berbeda, kemudian mempresentasikan hasilnya.
Masih dalam kelompok, para siswa juga memainkan tiga permainan tradisional lainnya, yakni bakiak, engklek, dan lompat tali.
Kegiatan dilakukan secara rolling atau bergiliran sehingga seluruh siswa dapat mencoba semua jenis permainan.
Salah satu siswa, King Malik, mengaku paling menyukai permainan lompat tali.
“Aku suka permainan lompat biar lompatnya makin tinggi,” kata King, siswa kelas 2 Dakon.
Ia mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat bermain sekaligus memperoleh pengalaman baru.
“Senang pokoknya, mainannya banyak juga,” tambahnya.
King juga menceritakan bahwa permainan lompat tali membutuhkan kerja sama tiga orang, yakni dua orang memegang dan memutar tali, sementara satu lainnya melompat.
Pada sesi penutupan, Ustadzah Yuli berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh siswa kelas 2 Dakon, Bakiak, dan Egrang.
Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis permainan tradisional sekaligus diajak mengurangi ketergantungan terhadap gadget.
Selain itu, permainan tradisional juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, serta kerukunan antarteman sejak dini.





0 Tanggapan
Empty Comments