Bel istirahat baru saja berbunyi, tetapi siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya sudah bergerak menuju satu tempat. Bukan kantin atau lapangan bermain, melainkan Mobil Motor Keliling (Momoling) milik Dinas Perpustakaan Kota Surabaya yang hadir di lingkungan sekolah, Kamis (3/9/2026).
Pemandangan tersebut terlihat di Sekolah Kreatif Baratajaya, sebutan akrab SD Muhammadiyah 16 Surabaya. Tepat pukul 10.00 WIB, saat waktu istirahat dimulai, siswa langsung mendatangi Momoling yang sejak beberapa menit sebelumnya telah bersiap dengan berbagai koleksi buku bacaan.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mulai memilih buku. Ada yang langsung mengambil komik, sementara siswa lainnya tampak membolak-balik halaman beberapa buku sebelum menentukan pilihannya.
Petugas Momoling, Dita Yusmawan, mengatakan berbagai koleksi sengaja dihadirkan agar siswa memiliki banyak pilihan bacaan.
“Ada banyak koleksi buku di mobil keliling ini. Anak-anak bisa pilih mana yang mereka suka,” ujar Dita.
Sebelum siswa menyerbu koleksi buku, Momoling terlebih dahulu tiba di sekolah sekitar pukul 09.45 WIB. Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Suyono, S.Si., menyambut kedatangan layanan perpustakaan keliling tersebut.
Namun, suasana langsung berubah ketika bel istirahat berbunyi. Siswa yang sebelumnya berada di kelas bergegas menuju teras sekolah.
Buku-buku yang tersedia pun segera menjadi perhatian. Sebagian siswa memilih membacanya di sekitar Momoling, sementara lainnya membawa buku ke teras dan menikmati bacaan masing-masing.
Pengalaman Positif
Kepala Perpustakaan SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Assabaniyah, A.Md., melihat respons siswa tersebut sebagai pengalaman positif.
“Anak-anak punya pengalaman baru dalam mengakses buku. Buku yang tersedia juga berbeda dengan yang biasanya mereka baca di perpustakaan sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran Momoling memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih sendiri bacaan yang menarik perhatian mereka.
“Biasanya mereka membaca di perpustakaan sekolah. Hari ini mereka bisa memilih buku dari Momoling. Ternyata anak-anak antusias,” ujarnya.
Antusiasme itu juga diamati oleh Ira Nurmasari, S.Pd., dari bagian kesiswaan. Ia turut mendampingi siswa yang memanfaatkan waktu istirahat untuk membaca.
“Ternyata mereka sangat menikmati. Memang tidak banyak anak yang punya hobi membaca, tetapi ini lumayan juga,” ungkap Ira.
Menurut Ira, ketertarikan siswa terlihat dari cara mereka memilih buku. Beberapa anak tampak serius mencari bacaan yang sesuai dengan kegemarannya.
“Begitu datang, mereka langsung melihat-lihat buku. Ada yang mencari komik, ada yang memilih buku aktivitas. Artinya mereka memang tertarik ketika pilihan bacaannya beragam,” katanya.
Muhammad Alfatih, siswa kelas III, menjadi salah satu siswa yang terlihat asyik menikmati bacaan. Ia memilih buku Ayo Mewarnai dengan Cat Air.
Di sisi lain, Muhammad Fatih Nurrohman dari kelas III memilih membaca komik. Sementara Syafiqa Azzalfa Dzatusy Syarifah, siswa kelas V, juga tampak menikmati komik yang dipilihnya.
Tidak terlihat siswa yang terburu-buru meninggalkan area tersebut. Mereka memanfaatkan waktu istirahat untuk membaca hingga bel masuk kembali berbunyi.
Bagi Sekolah Kreatif Baratajaya, antusiasme tersebut menjadi pemandangan menarik. Kehadiran perpustakaan keliling mampu mengubah suasana teras sekolah menjadi ruang literasi yang dipenuhi siswa.
“Yang membuat kami senang adalah anak-anak mau datang dan memilih buku sendiri. Semoga pengalaman seperti ini membuat mereka semakin tertarik membaca,” kata Assabaniyah.
Ketika bel masuk berbunyi, aktivitas membaca pun berakhir. Siswa mengembalikan buku yang telah dibaca dan kembali ke kelas untuk mengikuti pembelajaran.
Meski hanya berlangsung selama waktu istirahat, kehadiran Momoling meninggalkan suasana berbeda di Sekolah Kreatif Baratajaya. Hari itu, antusiasme siswa terhadap buku terlihat bukan dari ajakan atau kewajiban, tetapi dari langkah mereka sendiri yang bergegas mendatangi Momoling begitu waktu istirahat dimulai. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments