Kegiatan Kemah Akbar kembali laksakan SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi setelah beberapa tahun vakum. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas yang diikuti seluruh siswa kelas X bersama guru dan tenaga kependidikan sekolah.
Kemah Akbar tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, Rabu–Jumat (13–15/5/2026), di Pinus Camp Songgon, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Lokasi perkemahan yang berada di kawasan hutan pinus lereng Gunung Raung tersebut berjarak sekitar 20 kilometer dari SMA Muha Genteng.
Kegiatan yang sebelumnya dikenal dengan nama Kemah Dakwah itu dilaksanakan sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga sekolah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan bagi peserta didik. Pada pelaksanaan tahun ini, panitia mengangkat jargon “Berkemah Bersama Merawat Rimba”.
Sebagai bagian dari kegiatan kepanduan Muhammadiyah, seluruh peserta mengenakan seragam Hizbul Wathan. Sementara itu, guru baru yang belum memiliki seragam tetap mengikuti kegiatan dengan pakaian yang telah disesuaikan oleh panitia.
Acara pembukaan dilaksanakan pada Rabu (13/5/2026) pukul 13.00 WIB setelah kegiatan pembelajaran dan salat zuhur berjamaah. Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMA Muha Genteng, Ani Sudarmi, M.Pd., menyampaikan sejumlah pesan kepada peserta sebelum keberangkatan menuju lokasi perkemahan.
“Selama tiga hari kalian akan melaksanakan pembelajaran di luar kelas. Di sana kalian akan menemukan pelajaran mulai dari kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab individu maupun kelompok, dan ketahanan mental yang akan bermanfaat saat hidup bermasyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta para siswa tidak khawatir selama mengikuti kegiatan karena seluruh guru dan karyawan akan mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
“Kalian tidak usah khawatir karena seluruh guru dan karyawan akan mendampingi selama dua puluh empat jam penuh selama kegiatan berlangsung,” tambahnya.
Setelah sambutan selesai, Ani Sudarmi secara resmi melepas keberangkatan peserta Kemah Akbar dengan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim”.
Guru pembina Hizbul Wathan sekaligus koordinator kegiatan, Risal Setyo Pratomo, S.Pd., menjelaskan bahwa seluruh guru bertugas sebagai panitia senior yang mengawasi jalannya kegiatan, termasuk pendampingan ibadah peserta.
“Panitia junior yang terdiri atas pengurus Hizbul Wathan, IPM, Tapak Suci, dan PMR juga ikut terlibat menjalankan berbagai kegiatan selama kemah berlangsung,” ujarnya.
Menurut Risal, panitia telah menyiapkan sejumlah materi teori maupun praktik. Materi tersebut meliputi pendalaman organisasi otonom Muhammadiyah, evaluasi pemahaman Hizbul Wathan, kesiapan pertolongan di alam, serta gerakan penghijauan lingkungan.
Selain itu, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan praktik, seperti lomba pionering, menghias kanvas, perjalanan sehari (perjari), senam kelompok, api unggun, dan bakti sosial kepada warga sekitar lokasi perkemahan.
“Kami berharap setelah pulang dari kemah, anak-anak mendapatkan pengalaman pembelajaran dan kebersamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments