Komitmen mencetak generasi Qurani yang unggul dan berdaya saing terus ditunjukkan oleh SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Melalui Diklat Standarisasi Calon Guru Al-Qur’an yang digelar selama tiga hari, Smamita membekali siswa tahfidz dengan kompetensi pedagogik dan metodologis agar siap menjadi pengajar Al-Qur’an yang berkualitas dan berstandar, Rabu–Jumat (22–24/4/2026).
Kegiatan ini diikuti puluhan siswa Tahfidz Class XI-4. Selama diklat, peserta mendapatkan materi komprehensif, mulai dari Pokok Bahasa dan Lagu Tilawati yang disampaikan Ustadzah Enik Nurfiyah, S.Pd.I. dan Ustadz Muhammad Chudori Anwar, S.Th.I., strategi proses belajar mengajar (PBM) Tilawati Dasar oleh Ustadzah Lina Ma’muroh, S.Ag., praktik microteaching bersama Ustadzah Afifatus Shofa, S.Pd., hingga strategi PBM Tilawati PAUD dan teknik munaqosah oleh Ustadz Mohammad Choiri, S.Pd.I.
Dalam sambutannya, Direktur Smamita, Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom., menegaskan bahwa diklat ini merupakan bagian dari proses belajar berkelanjutan. Menurutnya, memperbaiki bacaan Al-Qur’an membutuhkan waktu panjang dan kesungguhan, sehingga kegiatan tiga hari ini menjadi titik awal untuk terus bertumbuh.
“Harapannya, bacaan kita semakin baik dari hari ke hari. Apa yang kita tanam akan kembali kepada diri kita sendiri. Ketika nanti di kelas XII, kalian akan memasuki tahap praktik mengajar. Ini adalah proses panjang, bukan akhir dari belajar,” ujarnya.
Edwin juga menekankan nilai keberlanjutan ilmu dan amal. Ia mengingatkan bahwa ilmu yang dipelajari hari ini dapat berbuah manfaat dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, termasuk menjadi amal jariah bagi orang tua.
“Orang tua adalah guru pertama. Jika kita mampu mengajarkan Al-Qur’an kepada keluarga, di situlah pahala jariah mengalir,” tambahnya.
Sementara itu, Ustadz Mohammad Choiri, S.Pd.I., mengajak peserta untuk memaksimalkan momentum diklat. Ia mendorong siswa menanamkan niat menjadi pribadi yang mampu mengajarkan Al-Qur’an, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat.
“Diklat ini adalah ikhtiar menyiapkan kader calon guru Al-Qur’an dari Smamita. Semoga Al-Qur’an bermanfaat bagi diri kita dan dapat kita tularkan kepada orang lain,” tuturnya.
Program tahfidz ini menjadi salah satu upaya Smamita dalam memperkuat pendidikan Islam yang adaptif, berstandar, dan relevan dengan tantangan zaman, dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai, kompetensi, dan kebermanfaatan sosial. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments