Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengaruh Pola Makan Tidak Seimbang terhadap Risiko Anemia pada Remaja

Iklan Landscape Smamda
Pengaruh Pola Makan Tidak Seimbang terhadap Risiko Anemia pada Remaja
Pengaruh Pola Makan Tidak Seimbang terhadap Risiko Anemia pada Remaja
Oleh : Riska Putri Octaviani dan Naajihah Mafruudhoh Universitas Muhammadiyah Lamongan

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global yang masih menjadi perhatian serius, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Data dari World Health Organization menunjukkan bahwa sekitar 1,3 miliar penduduk dunia mengalami anemia, dengan prevalensi mencapai 32,9%.

Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat angka anemia yang cukup tinggi pada kelompok usia muda, yakni 23,8% pada usia 0–4 tahun, 15,3% pada usia 5–14 tahun, dan 15,5% pada usia 15–24 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa sekitar 3–4 dari setiap 10 remaja berisiko mengalami anemia. Selain itu, prevalensi anemia pada perempuan (27,2%) lebih tinggi dibandingkan laki-laki (20,3%).

Masa remaja merupakan fase transisi penting dari anak-anak menuju dewasa, yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan nutrisi. Pada remaja putri, risiko anemia cenderung lebih tinggi akibat kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pubertas.

Siklus menstruasi menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kehilangan zat besi dalam tubuh. Selain itu, kebiasaan diet ketat serta pola konsumsi makanan yang didominasi sumber nabati—yang umumnya memiliki kandungan zat besi lebih rendah dibandingkan sumber hewani—juga memperbesar risiko anemia.

Akibatnya, kebutuhan zat besi tidak terpenuhi secara optimal dan keseimbangan gizi terganggu.

Berdasarkan penelitian Alfiatu Mustofiah dkk, anemia tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan, tetapi juga oleh faktor lain seperti menstruasi, riwayat penyakit, dan aktivitas fisik.

Namun demikian, pola makan tetap menjadi faktor utama. Konsumsi makanan sehari-hari yang rendah zat besi, seperti kurangnya asupan sayuran hijau tua (bayam, kangkung, daun ketela rambat, dan brokoli), dapat menurunkan kadar hemoglobin dalam darah.

Pola makan yang buruk dalam jangka panjang dapat menyebabkan defisiensi zat besi, yang berujung pada anemia.

Remaja putri yang mengalami anemia umumnya menunjukkan gejala seperti:

  • Pusing
  • Mudah lelah
  • Mengantuk
  • Lesu
  • Penurunan aktivitas

Selain itu, anemia juga berdampak pada:

  • Menurunnya daya tahan tubuh
  • Rentan terhadap infeksi
  • Berkurangnya kebugaran

Kondisi ini tentu dapat mengganggu aktivitas belajar dan produktivitas remaja.

Pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan dua kondisi sekaligus, yaitu kekurangan gizi atau justru kelebihan gizi. Keduanya sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Anemia sendiri terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah normal. Hal ini dapat disebabkan oleh:

  • Kekurangan asupan zat besi
  • Penyerapan zat besi yang tidak optimal
  • Kehilangan darah (misalnya saat menstruasi)
  • Peningkatan kebutuhan zat besi pada masa pertumbuhan

Oleh karena itu, menjaga pola makan seimbang menjadi kunci utama dalam mencegah anemia pada remaja.

Anemia pada remaja, khususnya remaja putri, merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Pola makan yang tidak seimbang menjadi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko anemia.

Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi gizi, peningkatan konsumsi makanan kaya zat besi, serta kesadaran untuk menjaga pola makan sehat sejak dini.

 


Daftar Referensi

Mustofiah, A., Sutrisno, & Hapsari, W. D. (2017). Pengaruh pola makan terhadap kejadian anemia pada remaja putri di MTs N Penawangan. The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan, 2(1), 1–8.

Kusnadi, F. N. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Medika Hutama, 3(1).

Pratiwi, W. R., Ariyana, A., Hasriani, S., Asnuddin, A., & Sukarta, A. (2025). Edukasi tentang makanan bergizi seimbang untuk cegah anemia pada remaja. Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 155–160. https://doi.org/10.59395/altifani.v5i2.662

Revisi Oleh:
  • Satria - 26/04/2026 16:46
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡