Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi) SMA Muhammadiyah 6 Karangasem Paciran (Smamusix) tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian sosial. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan pembagian bantuan sosial (bansos) kepada warga sekitar sekolah pada Sabtu (18/7/2026).
Aksi sosial tersebut dilaksanakan setelah prosesi pembukaan Fortasi di halaman SMA Muhammadiyah 6 Karangasem. Para peserta didik baru bersama pengurus Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) kemudian bergerak menuju rumah-rumah warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan sekolah.
Puluhan paket sembako disalurkan kepada masyarakat kurang mampu dan para lanjut usia. Setiap paket berisi beras, minyak goreng, mi instan, serta kebutuhan pokok lainnya. Kehadiran para siswa disambut hangat oleh warga yang menerima bantuan.
Direktur Tahfiz SMA Muhammadiyah 6 Karangasem, Tika, memberikan apresiasi atas inisiatif para pengurus IPM yang memasukkan kegiatan sosial sebagai bagian dari rangkaian Fortasi.
“Kami sangat bangga dengan adik-adik IPM. Fortasi bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menumbuhkan empati. Melalui kegiatan berbagi ini, siswa belajar bahwa ilmu harus berjalan beriringan dengan amal. Semoga pengalaman ini menjadi bekal mereka untuk tumbuh sebagai generasi Qurani yang bermanfaat bagi umat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PR IPM Smamusix, Nurul Izzah, menjelaskan bahwa kegiatan bansos sengaja dirancang agar peserta didik baru memperoleh pengalaman langsung dalam mengasah kepedulian sosial.
“Kami ingin Fortasi tahun ini memiliki makna yang lebih luas. Setelah pembukaan, peserta langsung kami ajak turun ke masyarakat. Ini menjadi bagian dari pembelajaran agar mereka memiliki kepekaan sosial sejak awal menjadi keluarga besar Smamusix. Konsep ADIKARA yang kami usung mengajarkan nilai amanah dan aktif, salah satunya diwujudkan melalui aksi berbagi ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh bantuan berasal dari hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh pengurus PR IPM Smamusix.
“Alhamdulillah, antusiasme seluruh keluarga besar sekolah sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi telah tumbuh di lingkungan Smamusix,” imbuhnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta didik baru tampak antusias membawa paket bantuan dari rumah ke rumah. Selain menyerahkan sembako, mereka juga menyempatkan diri berbincang dan bersilaturahmi dengan warga penerima manfaat.
Salah seorang warga penerima bantuan, Hanik, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan para siswa.
“Terima kasih kepada anak-anak Smamusix. Jarang sekali ada pelajar yang datang langsung ke rumah untuk berbagi. Semoga semuanya menjadi anak yang saleh dan salehah,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap FORTASI tidak hanya melahirkan kader IPM yang aktif berorganisasi dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter peduli terhadap sesama.
Semangat “Smamusix Berbagi” menjadi pesan bahwa pelajar Muhammadiyah harus mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kepedulian sosial diharapkan menjadi bagian dari karakter yang terus tumbuh seiring proses pendidikan di sekolah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama serta foto bersama antara pengurus IPM, panitia, dan perwakilan warga penerima bantuan sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menebarkan manfaat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments