SMK Muhammadiyah 2 Gresik (SMK Muda) meresmikan Program Pengembangan Pengajaran Berbasis Teaching Factory (TEFA) pada Selasa (16/9/2025).
Seluruh dewan guru dan karyawan SMK Muda tampak hadir dalam acara tersebut.
Tampak pula Kepala Seksi SMK Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, M. Ardiyanto, S.Pd., M.M, untuk memberi motivasi langsung.
Sambil memberikan arahan, Ardiyanto juga memotivasi seluruh warga sekolah untuk menyambut program ini. Program TEFA merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi siswa sekaligus kesejahteraan sekolah.
“Program ini adalah peluang besar. Jika dapat berjalan dengan baik, akan berdampak pada peningkatan keterampilan siswa dan memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi sekolah,” ujar Ardiyanto.
Ardiyanto juga menegaskan bahwa TEFA menjadi program yang sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045, yaitu mencetak sumber daya manusia berkualitas dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Karena itu, Ia mendorong sekolah untuk berani melakukan modifikasi kurikulum melalui program link and match dengan dunia industri.
“Dengan link and match, percepatan kompetensi bisa terjadi. Misalnya, kompetensi kelas XII bisa langsung belajar di kelas XI, bahkan kelas X. Dengan begitu siswa lebih cepat siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kalau bisa diajarkan di kelas X, mengapa harus menunggu setahun atau dua tahun lagi?” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman untuk mendukung keberhasilan program TEFA.
“Mari kita jadikan sekolah ini rumah kedua. TEFA membutuhkan waktu lebih dari guru dan siswa dalam proses produksi. Karena itu, sekolah harus dibuat nyaman, baik untuk belajar maupun bekerja,” tambahnya.
Sementara itu dari Pengawas Sekolah, Milhatul Hikmah, S.Kom berpesan agar program TEFA ini tidak berhenti hanya dalam periode program bantuan ini.
Menurut Milhatul Hikmah, keberlanjutan TEFA akan menjadi kunci keunggulan sekolah.
“Harapan kami, meskipun program ini berjalan empat bulan, sekolah bisa melanjutkan dan mengembangkan produk atau jasa unggulan. Jika sekolah memiliki keunggulan, maka daya tarik di masyarakat akan semakin besar,” tuturnya.
Selain pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi, tampak hadir pula dalam kegiatan ini tim dari PT. Creative Media sebagai mitra dunia industri, yang turut memberikan materi mengenai pengenalan model pembelajaran TEFA di SMK.
Dengan semangat motivasi dan dukungan dari berbagai pihak, SMK Muda Gresik optimis Program Teaching Factory dapat berjalan sukses dan membawa manfaat besar bagi siswa, guru, serta masyarakat.***





0 Tanggapan
Empty Comments