Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Roling Sigma Batch 12 Tanamkan Kebanggaan Berislam Sejak Dini

Iklan Landscape Smamda
Roling Sigma Batch 12 Tanamkan Kebanggaan Berislam Sejak Dini
Rolling Sigma Batch 12 Keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang (SD Mutu Kagumi), Sabtu (18/04/2026). (Wulan Ega Sanjaya/PWMU.CO).
pwmu.co -

Suasana ceria namun khidmat menyelimuti Vecast Cafe saat keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang (SD Mutu Kagumi) menggelar agenda rutin Roling Sigma Batch 12, Sabtu (18/04/2026).

Dipandu oleh duet MC cilik, Misha dan Nafiza, acara ini sukses menampilkan bakat-bakat luar biasa dari siswa kelas 2A sekaligus mempertebal keyakinan spiritual.

Acara terbuka dengan lantunan merdu ayat suci Al-Qur’an (Tahfidz) oleh Caca, Felys, dan Akbar.

Tampilkan Tari Islami hingga Puisi Berantai

Tak lama berselang, suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Islami yang dibawakan dengan gemulai oleh Alea, Kinan, Angel, dan Alin. Serta Puisi Berantai yang menghibur sekaligus menyentuh hati dari Zarrin, Chika, dan Affrine.

Rangkaian sambutan berawal dari Fikri sebagai perwakilan kelas 2A, kemudian berlanjut dengan motivasi hangat dari Kepala SD Mutu Kagumi, Ustadzah Liza Rahmawati SPd.

Ia mengapresiasi keberanian siswa untuk tampil di depan umum dan menekankan pentingnya sinergi antara guru, murid, dan orang tua dalam membentuk karakter generasi Islam yang unggul.

Puncak acara terisi dengan nasehat agama oleh Ustadz Muhammad Izzul Haq SAg. dengan tema yang menggugah: “Aku Islam dan Aku Bangga”.

Izzul Haq mengawali dengan fakta menyentuh bahwa dari 8 miliar penduduk dunia, hanya 1,8 miliar yang dipilih Allah menjadi orang Islam.

“Kenapa kita harus bangga? Karena iman dan Islam adalah petunjuk langsung dari Allah yang tidak bisa diwariskan. Lihatlah Abu Thalib, meski sangat dekat dengan Nabi, beliau tidak mendapatkan hidayah untuk bersyahadat. Kita adalah orang-orang terpilih” tegas Ustadz Izzul.

Islam sebagai Cahaya

Lebih lanjut, ia kemudian membawa audiens melintasi lorong waktu ke masa Jahiliyah. Saat peradaban Arab begitu kelam yaitu mengubur anak laki-laki karena takut menjadi beban, dan mengubur anak perempuan karena takut akan hinaan.

Islam datang sebagai cahaya, mempersaudarakan Suku Aus dan Khazraj yang semula bertikai. Serta mengubah sosok keras seperti Umar bin Khattab menjadi pemimpin yang sangat lembut hatinya.

“Umar yang dulu semasa menjadi pemimpin, menangis saat melihat seorang ibu memasak batu demi menenangkan anaknya yang kelaparan. Beliau langsung memanggul sendiri gandum dari Baitul Maal karena takut akan azab Allah” ceritanya haru.

Ustadz Izzul juga membedah peristiwa Perang Khandaq dan Rasulullah SAW bersabda:

“لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ فَلَنِعْمَ الْأَمِيرُ أَمِيرُهَا وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ”

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Latustahannal-qustuntiniyyatu, falani’mal-amiru amiruha, wa lani’mal-jaysyu dzalikal-jaysy” (Konstantinopel akan ditaklukkan, pemimpinnya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan). 

Menurut Ustadz Izzul, membutuhkan waktu 800 tahun hingga hadis itu terwujud melalui sosok Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih. Al-Fatih bukanlah pemuda yang suka berleha-leha; di usia 9 tahun ia sudah hafal Al-Qur’an, usia 16 tahun menguasai 6 bahasa, dan naik takhta di usia 19 tahun.

“Pasukan Al-Fatih bukan pasukan biasa. Syarat menjadi pasukannya adalah tidak boleh meninggalkan sholat tahajud dan sholat lima waktu berjamaah” ungkap Ustadz Izzul.

Ia menceritakan kembali strategi legendaris Al-Fatih yang memindahkan kapal lewat jalur darat untuk menghindari rantai besi raksasa. Sebuah bukti bahwa kecerdasan dan kekuatan iman mampu meruntuhkan benteng terkuat sekalipun.

Menanam Benih Kebanggaan di Hati Generasi

Kegiatan Roling Sigma Batch 12 ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah ikhtiar untuk menanamkan akar identitas yang kuat di dalam dada setiap siswa.

Di tengah gempuran zaman, pesan “Aku Islam dan Aku Bangga” menjadi kompas bagi mereka untuk tetap tegak berdiri membawa panji kebaikan.

Acara yang berlangsung hangat di Vecast Cafe ini berakhir dengan doa syahdu oleh Tisya dan Azka.

Lantunan doa tersebut seolah mengunci janji di hati seluruh hadirin bahwa menjadi Muslim adalah sebuah anugerah. Dan meneruskan estafet perjuangan Al-Fatih adalah sebuah kewajiban.

Harapannya, sepulangnya dari agenda ini, seluruh siswa SD Mutu Kagumi tidak hanya membawa kenangan manis akan kebersamaan, tetapi juga membawa semangat membara.

Semangat untuk menjadi “sebaik-baik pasukan” di masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, namun juga kokoh dalam sujud malamnya.

Karena sejatinya, kebanggaan sebagai Muslim bukan terletak pada gelar duniawi, melainkan pada keteguhan iman yang menghujam di hati.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 22/04/2026 20:58
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡