Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Celana Migu-Migu, Trans Jogja, dan Pelajaran Hidup dari Malioboro

Iklan Landscape Smamda
Celana Migu-Migu, Trans Jogja, dan Pelajaran Hidup dari Malioboro
Salah satu rombongan siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik yang berbelanja di teras Malioboro, Yogyakarta, Kamis (04/06/2026). (Nur Asiyah/PWMU.CO).
pwmu.co -

Siapa sangka, selembar celana batik bermotif “Migu-Migu” dan tiket Trans Jogja seharga Rp3.500 menjadi bagian dari cerita yang paling dikenang oleh siswa kelas VI SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik saat mengikuti studi wisata di Yogyakarta pada Kamis (04/06/2026).

Setelah menyusuri jejak sejarah dan budaya di Kampung Kauman, sebanyak 109 siswa kelas VI mendapatkan kesempatan untuk menjelajahi Malioboro secara berkelompok.

Di kawasan wisata yang menjadi ikon Kota Yogyakarta tersebut, mereka tidak hanya berjalan-jalan dan berbelanja. Tetapi juga belajar mengambil keputusan, mengelola uang saku, berkomunikasi dengan orang lain, serta bekerja sama dengan teman-temannya.

Dari Gelato hingga Andong

Suasana Malioboro yang ramai langsung disambut antusias oleh para siswa. Mereka terlihat sibuk berburu oleh-oleh khas Yogyakarta, mulai dari bakpia, aneka cendera mata, hingga produk batik.

Beberapa siswa juga tampak menikmati gelato sambil beristirahat di sepanjang kawasan pedestrian yang nyaman.

Di tengah keseruan berbelanja, perhatian para guru tertuju pada sekelompok siswa yang tampak kompak memilih celana batik bermotif “Migu-Migu” yang sedang populer.

Salah satunya adalah Muhammad Ziyad Avicenna yang dengan penuh semangat mengajak teman-temannya untuk membeli celana yang sama sebagai kenang-kenangan dari Yogyakarta.

“Kita beli celana Migu-Migu, ustadzah. Samaan sama teman-teman. Harganya murah, cuma Rp35.000,” ujar Ziyad sambil tersenyum lebar menunjukkan celana pilihannya.

Ajakan tersebut langsung mendapat sambutan positif dari teman-temannya. Dalam waktu singkat, mereka sepakat menjadikan celana Migu-Migu sebagai simbol kebersamaan setelah kembali ke Gresik.

Bagi mereka, celana tersebut bukan sekadar pakaian, melainkan kenangan yang akan selalu mengingatkan pada momen kebersamaan di penghujung masa sekolah dasar.

Keseruan berlanjut ketika para siswa harus kembali menuju area parkir bus. Berbeda dengan biasanya, kali ini mereka diberi kesempatan untuk menentukan sendiri moda transportasi yang akan digunakan bersama kelompoknya.

Ada yang memilih naik bentor karena dianggap lebih praktis, ada yang ingin menikmati suasana kota dengan andong, sementara sebagian lainnya tertarik mencoba transportasi publik.

SMPM 5 Pucang SBY

Trans Jogja & Tanggung Jawab

Salah satu siswa yang antusias mencoba transportasi umum adalah Syafiq Al Fawwaz Setyawan. Dengan penuh percaya diri, ia mengajak teman-temannya menggunakan Trans Jogja.

“Aku naik Trans Jogja aja, ustadzah. Enak, ber-AC dan murah meriah” ujar Syafiq dengan semangat.

Pilihan tersebut ternyata menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Selain menikmati perjalanan yang nyaman, para siswa juga belajar memahami penggunaan transportasi publik, membaca petunjuk perjalanan, mengatur waktu, serta berdiskusi untuk menentukan pilihan terbaik bersama kelompoknya.

Bagi sebagian besar siswa, pengalaman menjelajahi Malioboro dan menentukan moda transportasi secara mandiri merupakan pengalaman pertama yang mereka rasakan tanpa didampingi langsung oleh orang tua.

Dari aktivitas sederhana tersebut, mereka belajar tentang tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, kemampuan berkomunikasi, serta pentingnya kerja sama.

Di balik hiruk-pikuk Malioboro, tersimpan pembelajaran yang jauh lebih berharga daripada sekadar berbelanja atau berfoto.

Para siswa belajar bahwa pengalaman terbaik sering lahir dari keberanian mencoba hal baru dan kebersamaan dengan sahabat-sahabat yang telah menemani perjalanan mereka selama enam tahun terakhir.

Malioboro hari itu bukan hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang belajar yang mengajarkan kehidupan secara nyata.

Dan mungkin, beberapa tahun mendatang, saat mereka melihat kembali celana Migu-Migu yang tersimpan di lemari atau mengingat perjalanan dengan Trans Jogja bersama teman-teman, senyum itu akan kembali hadir.

Sebuah kenangan sederhana yang akan selalu mengingatkan mereka pada indahnya persahabatan, kebersamaan, dan perjalanan menuju masa depan.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 05/06/2026 14:07
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu