Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Kelompok 20 mengadakan kegiatan Sosialisasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Ecostraw Briket kepada masyarakat Desa Jerukwangi, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di depan Posko 20 KKN Umsura ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah jerami menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa KKN yang menyampaikan pentingnya inovasi dalam memanfaatkan limbah pertanian agar tidak hanya dibakar dan asapnya mengakibatkan polusi, tetapi dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Selanjutnya, mahasiswa menjelaskan konsep TTG Ecostraw Briket beserta manfaatnya bagi masyarakatnya, baik dari sisi lingkungan maupun peluang usaha.
Setelah penyampian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan Ecostraw Briket. Mahasiswa memperagakan setiap tahapan pembuatan secara langsung, mulai dari proses pembakaran Jerami menggunakan alat TTG hingga menghasilkan abu Jerami.
Kemudian dihaluskan dan dicampurkan dengan larutan tepung tapioca sebagai perekat dengan 90% banding 10%. Selanjutnya dicetak dan dikeringkan hingga menghasilkan briket yang siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Masyarakat tidak hanya menyimak penjelasan yang diberikan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan dan mencoba secara langsung proses pembuatan briket.
Melalui demonstrasi tersebut, warga memperoleh pemahaman bahwa limbah Jerami yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah serta berpotensi menjadi sumber pendapatan baru.
Salah seorang warga Desa Jerukwangi menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN. Menurutnya, pemanfaatan jerami menjadi briket merupakan solusi yang tepat karena bahan bakunya mudah diperoleh di desa.
“Selama ini jerami biasanya hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk di sawah. Dengan adanya sosialisasi ini, kami jadi tahu bahwa jerami ternyata bisa diolah menjadi briket yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Semoga ke depannya masyarakat bisa mempraktikkannya secara mandiri,” ujar salah seorang warga.
Koordinator Program TTG Ecostraw Briket dari Mahasiswa KKN Umsura Kelompok 20 juga berharap inovasi tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Melalui Ecostraw Briket, kami ingin menunjukkan bahwa limbah pertanian tidak harus menjadi masalah lingkungan, tetapi dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Harapannya, teknologi sederhana ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai peluang usaha sekaligus mengurangi pencemaran akibat pembakaran jerami secara langsung,” ungkapnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahsiswa KKN Umsura tidak hanya memberikan edukasi mengenai TTG, tetapi juga Mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap peneglolaan limbah pertanian secara berkelanutan.
Diharapkan Ecostraw Briket dapat menjadi salah satu inovasi yang medukung pemanfaatam sumber daya local sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jerukwangi melalui energi alternatif yang ramah lingkungan.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments