Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (DPM Umsida) melaksanakan audiensi ke rumah dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana.
Hal tersebut guna meminta dukungan moril dan arahan untuk program kerja Sekolah Legislatif pada Rabu (21/05/2026).
Lebih lanjut, audiensi tersebut berlangsung untuk meminta dukungan moril sekaligus arahan terhadap pelaksanaan program kerja Sekolah Legislatif 2026.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPM Umsida, Bagus Anggara Putra, bersama jajaran pengurus berlangsung dalam suasana dialogis dan suportif.
Pertemuan ini merupakan bentuk sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam mendukung ruang pembangunan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus menyampaikan bahwa DPM Umsida tidak hanya melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo.
Namun sekaligus menjalin komunikasi dengan sejumlah instansi lain seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), KPU, DPRD Jawa Timur, hingga DPRD Sidoarjo.
Program Unggulan DPM Umsida
Dalam audiensi itu, Bagus menjelaskan bahwa Sekolah Legislatif merupakan flagship program DPM Umsida yang rencananya berlangsung pada akhir Juni 2026.
“Sekolah legislatif adalah program kerja yang dibuat DPM Umsida untuk membuat wadah pembelajaran mengenal bagaimana menjadi legislator yang semestinya, seperti tugas dan fungsinya” jelas Bagus.
Ia memaparkan bahwa dalam kegiatan tersebut peserta nantinya akan mendapatkan berbagai materi terkait legislasi, pengawasan, dan anggaran.
Tidak hanya itu, peserta juga diwadahi untuk berpikir kritis dan membawa aspirasi daerah masing-masing.
Program ini telah dilaksanakan pada tahun lalu, namun hanya diperuntukkan bagi internal organisasi mahasiswa Umsida.
“Tahun ini berbeda karena kami juga mengundang peserta dari eksternal kampus, yakni mahasiswa aktif se-Jawa Timur” katanya.
Dukungan Wabup untuk Mahasiswa
Menanggapi pemaparan tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana menyambut baik pelaksanaan Sekolah Legislatif 2026.
Ia menilai program tersebut mampu membangkitkan jiwa muda, politis, sekaligus kritis di kalangan mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga perlu turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi nyata yang terjadi di masyarakat.
“Selain berteori, kalian juga perlu belajar untuk mengetahui bagaimana isu-isu di suatu daerah. Hal itu bisa dilakukan dengan turun ke lapangan supaya tidak terkecoh oleh pihak-pihak yang tidak benar seperti buzzer,” ujarnya.
Nantinya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo disebut siap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Sekolah Legislatif Jawa Timur.
Pemkab Sidoarjo nantinya akan memberikan dukungan berupa sejumlah kebutuhan teknis.
Beberapa dukungan yang diberikan di antaranya fasilitas penginapan bagi peserta, kendaraan untuk mobilitas peserta menuju DPRD Sidoarjo dan DPRD Jawa Timur, dukungan video, hingga bantuan konsumsi.
Setelah audiensi ini, DPM Umsida akan fokus memastikan kegiatan berjalan lancar dengan memperkuat kerja sama bersama berbagai pihak serta melakukan sosialisasi ke berbagai daerah di Jawa Timur agar mahasiswa dapat ikut berpartisipasi dalam Sekolah Legislatif 2026.





0 Tanggapan
Empty Comments