Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

STEAMS Aqua Farming SDMM Tampil di STEM Fest 2026

Iklan Landscape Smamda
STEAMS Aqua Farming SDMM Tampil di STEM Fest 2026
STEAMS Aqua Farming SDMM Tampil di STEM Fest 2026
pwmu.co -

Di tengah meningkatnya isu ketahanan pangan, limbah lingkungan, dan minimnya ruang hijau di kawasan perkotaan, sekolah dasar kini dituntut menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga membangun kepedulian serta keterampilan nyata siswa dalam menghadapi tantangan masa depan.

Berangkat dari kondisi tersebut, proyek STEAMS Aqua Farming Inovasi Hijau untuk Keberlanjutan Bumi hadir sebagai ruang belajar kontekstual yang mengajak siswa memahami hubungan antara pangan, lingkungan, teknologi, dan kehidupan sehari-hari.

Program pembelajaran berbasis STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, dan Social) yang dijalankan siswa kelas IV SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik ini mengubah area belakang sekolah menjadi ruang belajar hidup. Di tempat tersebut, siswa memadukan budidaya ikan, tanaman, dan pengolahan limbah organik dalam satu ekosistem pembelajaran berkelanjutan.

Kegiatan diawali melalui tahap empathize dalam pendekatan Design Thinking. Para siswa mengamati berbagai persoalan di lingkungan sekolah dan melakukan wawancara langsung.

Observasi dimulai dari pengamatan limbah sisa makan siang hingga pemanfaatan lahan kebun sekolah yang belum optimal. Tukang kebun sekolah dan chef penyedia makan siang dipilih siswa sebagai sumber belajar dalam kegiatan wawancara tersebut.

Dari hasil pengamatan itu, siswa mulai mendefinisikan masalah dan mendiskusikan solusi yang dapat diterapkan. Mereka kemudian merancang sistem Aqua Farming sederhana yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman sebagai bentuk pembelajaran kontekstual sekaligus edukasi ketahanan pangan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa makanan sehat tidak datang begitu saja, tetapi membutuhkan proses, kepedulian, dan kerja sama. Dari proyek ini, mereka belajar menghargai pangan dan lingkungan secara bersamaan,” ujar guru pendamping proyek, Siti Mariyanti, S.Pd.

Proyek Aqua Farming dinilai relevan dengan semangat keberlanjutan bumi karena mengenalkan konsep pangan sehat dan berkelanjutan kepada siswa.

Tanaman seperti timun dan pakcoy yang ditanam siswa menjadi simbol sederhana bagaimana sekolah dapat membangun budaya hidup sehat melalui pembelajaran nyata.

Selain itu, siswa juga belajar bahwa limbah organik dari sisa makan siang dapat diolah kembali menjadi kompos cair yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Pendekatan ini sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular dan keberlanjutan sejak usia dini.

“Kalau biasanya anak-anak hanya makan sayur, sekarang mereka tahu bagaimana sayur itu ditanam dan dirawat. Mereka jadi lebih peduli dan bangga dengan hasil tanamannya sendiri,” ungkap Ilham Yahya, S.Pd.

Dalam proses pembelajaran, siswa bekerja secara kolaboratif merancang dan membangun prototype Aqua Farming menggunakan bahan sederhana seperti ember, pipa, galon bekas, dan botol plastik.

SMPM 5 Pucang SBY

Kreativitas siswa semakin berkembang ketika mereka mulai membuat desain digital menggunakan Canva serta melakukan refleksi pembelajaran dengan bantuan Gemini AI. Integrasi teknologi tersebut membuat siswa terbiasa berpikir inovatif dan memanfaatkan teknologi secara produktif.

“Saya senang karena bisa membuat tanaman tumbuh bersama ikan. Ternyata barang bekas juga bisa dipakai jadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Aliyah Putri Wibowo, salah satu siswa kelas IV Cordoba peserta proyek.

Tidak berhenti pada tahap pembuatan prototype, siswa juga melakukan perawatan rutin terhadap sistem Aqua Farming. Mereka bergiliran memberi pakan ikan, menyaring komposter cair, mengamati pertumbuhan tanaman, hingga mengevaluasi kondisi air.

“Aktivitas tersebut melatih tanggung jawab, kerja sama, dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pembelajaran,” tutur Nur Aini Ochtafiya, M.Pd. selaku koordinator proyek.

Sebagai puncak kegiatan, siswa menampilkan hasil proyek mereka dalam STEM Fest yang digelar di Gress Mall pada Sabtu (16/5/2026).

Prototype Aqua Farming dipamerkan lengkap dengan dokumentasi tahapan Design Thinking, presentasi siswa, hingga dokumentasi kreatif yang menggambarkan perjalanan belajar mereka.

Antusiasme pengunjung terlihat ketika para siswa dengan percaya diri menjelaskan bagaimana proyek sederhana tersebut dapat menjadi langkah kecil menuju masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Anak-anak tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar menjadi generasi yang peduli terhadap pangan, lingkungan, dan masa depan,” tutur Ketua Jenjang Kelas IV, Rika Maharani, S.Pd.

Melalui STEAMS Aqua Farming Inovasi Hijau untuk Keberlanjutan Bumi, sekolah menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran sosial.

Dari kolam kecil dan tanaman hijau di halaman belakang sekolah, lahir pengalaman belajar yang mengajarkan bahwa inovasi dapat dimulai dari hal sederhana. Ketika anak-anak diberi ruang untuk berpikir, mencoba, dan berkarya, mereka bukan hanya menjadi pelajar, tetapi juga calon inovator masa depan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 21/05/2026 10:55
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡