SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) menggelar kegiatan Inspiring Talk penuh makna bagi seluruh siswa kelas XII pada Kamis (21/5/2026). Bertempat di Masjid Al Mizan Smamio, kegiatan tersebut mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan generasi muda, yakni “Self Love First: Mengenal Diri Sendiri Sebelum Mengenal Pelaminan.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan siswa menjelang kelulusan agar tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan spiritual saat memasuki dunia perkuliahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, Smamio menghadirkan dua narasumber dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, yakni Mas’ud, S.Sos.I. dan H. Nailul Muna, Lc., M.Pd. selaku Penyuluh Agama Islam.
Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan “sarapan spiritual” sekaligus pembekalan hidup bagi siswa kelas XII.
“Hari ini adalah sarapan spiritual sekaligus pembekalan hidup untuk anak-anakku sekalian. Ingatlah untuk selalu menjadi orang yang baik, karena setiap kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada diri kita sendiri. Jaga selalu attitude, kuatkan ibadah, dan bentengi diri dengan akhlak mulia,” pesannya.
Ia berharap para lulusan Smamio mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlak yang baik di tengah tantangan zaman.
Dalam sesi pertama, Mas’ud, S.Sos.I. menegaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting yang membutuhkan pendampingan agar tidak salah arah dalam menentukan masa depan.
Ia juga meluruskan pandangan masyarakat tentang Kantor Urusan Agama (KUA) yang selama ini identik hanya dengan urusan pernikahan.
“KUA bukan sekadar tempat pencatatan pernikahan. Lebih dari itu, KUA melayani berbagai pelayanan keagamaan yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari,” jelasnya.
Menurutnya, bimbingan remaja usia sekolah penting dilakukan karena remaja sedang berada pada masa transisi yang rentan mengalami krisis identitas dan ketidakstabilan emosi.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- Remaja perlu memiliki life skill dan arah masa depan yang jelas
- Pentingnya menunda pernikahan dini
- Menjaga pergaulan dan memilih lingkungan pertemanan yang sehat
- Tidak mudah percaya pada hoaks dan informasi yang tidak jelas sumbernya
“Tujuan utama bimbingan remaja ini adalah memberikan pembekalan life skill, mengedukasi pentingnya menunda usia perkawinan dini, dan menyiapkan masa depan yang matang,” ujarnya.
Sesi berikutnya disampaikan oleh H. Nailul Muna, Lc., M.Pd. yang mengulas pentingnya memahami diri sendiri sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Ia menjelaskan bahwa konsep self love dalam Islam bukan sekadar mencintai diri sendiri, tetapi juga menjaga kehormatan diri, memahami potensi diri, dan mampu mengendalikan pergaulan sesuai tuntunan syariat.
Menurutnya, pemahaman diri yang baik akan membantu remaja mengambil keputusan hidup secara lebih matang dan bertanggung jawab.
Beliau juga mengingatkan siswa agar menjaga batasan pergaulan dan tidak terjebak pada perilaku yang dapat merusak masa depan.
Melalui kegiatan Inspiring Talk tersebut, Smamio berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang siap menghadapi kehidupan dengan bekal ilmu, akhlak, dan kematangan emosional sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments