Siapa sangka sampah sisa makanan dan kemasan deterjen dapat disulap menjadi bunga hias yang menarik? Kreativitas inilah yang dihadirkan mahasiswa PLP II Kelompok 7 Angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui kegiatan Adiwiyata bersama siswa kelas V Ar Royyan SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Jumat (9/10/2026).
Sebanyak tujuh mahasiswa PLP II mengajak 25 siswa kelas V Ar Royyan berkreasi mengolah bahan bekas menjadi bunga hias.
Kegiatan ini menjadi cara kreatif untuk mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan menjadi karya yang menarik.
Sehari sebelum kegiatan berlangsung, para siswa telah diminta mengumpulkan sampah dari rumah masing-masing. Bahan yang terkumpul kemudian dimanfaatkan dalam kegiatan pembuatan bunga hias.
Melalui aktivitas tersebut, siswa diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan dan mulai membiasakan diri melihat potensi dari barang-barang yang sudah tidak terpakai.
Ketua Kelompok 7, Mohammad Fatkhul Ikhsan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui aktivitas kreatif dan pengalaman belajar secara langsung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak siswa memahami bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Dengan sedikit kreativitas, bahan yang sudah tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi benda yang memiliki fungsi hias,” kata Fatkhul.
Menurutnya, kegiatan praktik memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses membuat bunga hias dari bahan bekas.
Belajar Kreatif, Mengenal Tantangan Menjadi Guru
Bagi Fatkhul, pengalaman mendampingi siswa kelas V Ar Royyan memberikan pelajaran tersendiri. Ia mengaku bahwa mengajar di sekolah dasar memiliki tantangan karena setiap siswa mempunyai karakter, kemampuan, dan tingkat keaktifan yang berbeda-beda.
Tantangan tersebut menuntut mahasiswa untuk mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menjaga keterlibatan seluruh siswa selama kegiatan berlangsung.
Meski demikian, antusiasme siswa menjadi salah satu hal yang memudahkan pelaksanaan program. Siswa terlihat senang ketika diajak mempraktikkan pembuatan bunga dari barang bekas. Suasana belajar pun terasa lebih interaktif karena siswa dapat menuangkan kreativitasnya melalui karya yang dibuat.
“Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa menjadi guru tidak hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga memahami karakter siswa, menciptakan suasana belajar yang nyaman, serta mengajak siswa belajar melalui pengalaman langsung,” tutur Fatkhul.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus selalu berlangsung melalui penjelasan di dalam kelas.
Kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian, kreativitas, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

PLP II Jadi Wadah Mengaplikasikan Ilmu
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Anis Hidayati, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa PLP di sekolah merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pemenuhan tugas akademik di perguruan tinggi.
Selain memenuhi tugas perkuliahan, program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari ke dalam praktik pendidikan secara langsung.
Menurut Anis, proses PLP tidak hanya berfokus pada kegiatan mengajar. Mahasiswa juga menjalani sejumlah tahapan, mulai dari observasi lingkungan sekolah, merancang perangkat dan media pembelajaran, melaksanakan praktik mengajar, hingga mengevaluasi pembelajaran.
Melalui tahapan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata mengenai tugas dan tanggung jawab seorang guru, termasuk dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Kegiatan Adiwiyata ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu yang dikembangkan mahasiswa selama menjalani PLP II. Dengan menghadirkan kegiatan kreatif berbasis lingkungan, mahasiswa berkesempatan mengasah kemampuan mengajar sekaligus mengajak siswa membangun kebiasaan positif.
Adapun tujuh mahasiswa PLP II Kelompok 7 Angkatan 2023 UMSIDA yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Cut Nella Clearista, Nanda Eksanti Ramadani, Muhammad Fatkhul Ikhsan, Ahnaf Faishal Juanda, Farikha Nur Rodifah, Angger Kusniawati Mulyono, dan Nazihah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PLP II UMSIDA bersama SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage berharap semangat menjaga lingkungan dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana. Sebab, kepedulian terhadap bumi tidak selalu harus dimulai dari langkah besar.
Mengurangi sampah, memanfaatkan kembali barang bekas, dan mengubahnya menjadi karya kreatif dapat menjadi langkah kecil yang membawa makna besar bagi lingkungan.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments