Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tahfidz Bootcamp SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Semangatkan Siswa Menghafal Al-Qur’an

Iklan Landscape Smamda
Tahfidz Bootcamp SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Semangatkan Siswa Menghafal Al-Qur’an
pwmu.co -

SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik kembali menyelenggarakan Tahfidz Bootcamp bagi siswa Tahfidz Class Program (TCP). Kegiatan yang berlangsung mulai Jumat (11/9/2026) hingga Sabtu (12/9/2026) ini menjadi program rutin sekolah untuk meningkatkan semangat siswa dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an.

Tahfidz Bootcamp diikuti 54 siswa yang terdiri atas siswa kelas 7 TCP dan kelas 8 TCP. Selama kegiatan, para peserta mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk mendukung pencapaian hafalan sekaligus membangun kebiasaan ibadah.

Ketua panitia kegiatan, Siti Uswatul Jannah, S.Pd., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada penambahan hafalan, tetapi juga memberikan pengalaman pembiasaan ibadah kepada para peserta.

“Salah satu kegiatan utama dalam Tahfidz Bootcamp adalah tasmi’, yaitu kegiatan memperdengarkan hafalan Al-Qur’an. Melalui tasmi’, siswa mendapatkan kesempatan untuk menguji dan memperkuat hafalan yang telah mereka capai,” ujarnya.

Pembiasaan ibadah juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para siswa diarahkan untuk membangun kebiasaan ibadah secara lebih konsisten, termasuk melaksanakan tahajjud berjamaah.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Yugo Triawanto, MSi mengingatkan para siswa tentang pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian.

“Kita semua pasti akan mati, jangan sampai mati dalam keadaan bermaksiat kepada Allah SWT,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa hafalan Al-Qur’an seharusnya tidak berhenti pada kemampuan mengingat ayat, tetapi dilanjutkan dengan memahami dan mengamalkan kandungannya.

SMPM 5 Pucang SBY

“Dalam menghafal Al-Qur’an kalian pasti hafal beberapa ayat, dan pasti sebagian kalian tahu artinya, bisa dari terjemah, maka itu diamalkan,” tuturnya.

Menurutnya, proses menghafal Al-Qur’an akan memberikan pengaruh positif bagi diri siswa. Setiap ayat yang dihafalkan dan dipelajari menjadi bagian dari pengalaman spiritual yang membedakan seseorang yang berusaha dekat dengan Al-Qur’an.

Yugo juga menekankan pentingnya menjaga niat dalam menghafal Al-Qur’an. Para siswa diingatkan agar tidak menjadikan hafalan sebagai sarana mendapatkan pujian atau dianggap pintar oleh orang lain.

“Jangan menghafal karena ingin dipuji dan dianggap pintar, menghafallah karena Allah, ingin mendapatkan rida Allah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Yugo menyampaikan doa dan harapan kepada seluruh peserta.

“Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 12/09/2026 06:12
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu