Pelaksanaan Training of Facilitator (TOF) Tunas Athfal Pimpinan Wilayah Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (PW IGABA) Jawa Timur mendapat apresiasi dari panitia. Kegiatan yang berlangsung di Aisyiyah Training Center (ATC) Purwosari, Pasuruan, pada 1–2 Oktober 2026 tersebut dinilai berjalan lancar dan memberikan pengalaman serta wawasan baru bagi para peserta.
Kesan tersebut disampaikan Mar’atus Sholihah, MPd, selaku panitia TOF Tunas Athfal. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Alhamdulillah, saya atas nama panitia merasa bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh tim, karena kegiatan TOF bisa berjalan dengan baik dan sukses,” ungkapnya.
Menurut Mar’atus, keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kolaborasi erat tiga unsur penting, yakni PW IGABA Jawa Timur, Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan Jawa Timur, dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur.
Ia menggambarkan ketiga unsur tersebut sebagai tiga pilar yang saling melengkapi. PW IGABA memiliki peran penting dalam menghadirkan peserta, Kwarwil Hizbul Wathan memperkuat sistem dan materi kepanduan, sedangkan PWA memberikan penguatan terhadap pelaksanaan kegiatan.
“Tanpa PW IGABA, tidak ada pesertanya. Tanpa Kwarwil, tidak ada sistem kepanduan. Dan tanpa PW ‘Aisyiyah, tidak ada yang menguatkan dalam kegiatan TOF,” jelasnya.
Mar’atus menilai kerja sama ketiga pilar tersebut menjadi kekuatan utama sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik. Sinergi tidak hanya terlihat dalam persiapan, tetapi juga selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
“Kerja sama yang hebat dari ketiga pilar itulah sehingga TOF berjalan dengan sukses,” katanya.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi peserta. Mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai konsep kepanduan Tunas Athfal, tetapi juga memperoleh gambaran implementasinya dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan pendidikan anak usia dini.
“Peserta merasa tercerahkan dengan adanya Tunas Athfal, mulai dari ilmu kepanduan sampai pada kegiatannya sehari-hari,” ungkapnya.
Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi modal penting bagi para guru untuk mengembangkan kegiatan Tunas Athfal yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Materi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara kreatif, menyenangkan, dan edukatif di satuan pendidikan masing-masing.
TOF Tunas Athfal PW IGABA Jawa Timur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pendidikan anak usia dini ‘Aisyiyah dan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Melalui kolaborasi tersebut, nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan karakter Islami diharapkan dapat dikenalkan kepada anak sejak usia dini.
Bagi panitia, suksesnya TOF bukan hanya ditandai dengan selesainya rangkaian acara, tetapi juga dengan bertambahnya pemahaman dan kesiapan peserta untuk mengimplementasikan Tunas Athfal di lingkungan masing-masing.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh selama TOF benar-benar dapat diterapkan dan dikembangkan sehingga Tunas Athfal semakin kuat dan memberikan manfaat bagi anak-anak,” pungkas Mar’atus. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments