Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Tingkatkan Mutu Pembelajaran Al-Qur’an, SD Muhdelta Laksanakan Studi Banding ke SD Islam Sari Bumi

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Tingkatkan Mutu Pembelajaran Al-Qur’an, SD Muhdelta Laksanakan Studi Banding ke SD Islam Sari Bumi
Studi banding SD Muhammadiyah 8 Tulangan (SD Muhdelta) ke SD Islam Sari Bumi, Sidoarjo, Selasa (20/10/2026). Foto: Eva Ardillah Daulati.
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an, SD Muhammadiyah 8 Tulangan (SD Muhdelta) melaksanakan kegiatan studi banding ke SD Islam Sari Bumi, Sidoarjo.

Kunjungan yang berlangsung Selasa (20/10/2026) itu diikuti oleh 12 guru Al-Qur’an beserta kepala sekolah SD Muhdelta.

Lebih lanjut, agenda tersebut bertujuan menggali wawasan, bertukar pengalaman, serta mempelajari praktik baik dalam pengelolaan program Al-Qur’an guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

SD Islam Sari Bumi dipilih sebagai tujuan studi banding karena memiliki kesamaan dalam penggunaan metode ummi, pengelolaan program Al-Qur’an yang terstruktur, serta pengalaman panjang dalam penerapan metode tersebut.

Kesamaan ini dinilai menjadi peluang bagi SD Muhdelta untuk mempelajari sistem pembelajaran yang relevan dan dapat diadaptasi sesuai kebutuhan sekolah.

Kesamaan Metode Pengajaran

Ketua panitia studi banding, Eva, menjelaskan alasan pemilihan sekolah tujuan tersebut. “Kita pilih SD Islam Sari Bumi karena ngajinya sama menggunakan metode ummi, sehingga apa yang kita pelajari lebih relate dan kemungkinan besar bisa kita tiru atau kembangkan di sekolah kita” ujarnya.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Rangkaian acara diawali dengan penyambutan rombongan dan pengamatan kegiatan murottal santri.

Kemudian berlanjut dengan sesi berbagi pengalaman, diskusi mengenai pengelolaan program Al-Qur’an, hingga penandatanganan piagam kerja sama dan foto bersama.

Salah satu hal menarik yang ditemukan dalam kunjungan ini adalah pengembangan program tahfidz.

SD Islam Sari Bumi tidak hanya memanfaatkan modul tahfidz dari ummi, tetapi juga menyusun modul mandiri yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Khususnya siswa kelas kecil yang belum mampu membaca Al-Qur’an.

Salah satu guru Al-Qur’an SD Muhdelta, Ainul, mengungkapkan bahwa penggunaan modul tersebut dapat membantu siswa dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.

“Jadi di Sari Bumi itu mereka tidak hanya menggunakan modul tahfidz dari ummi, tapi mereka juga membuat modul sendiri” jelasnya.

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi salah satu praktik baik yang dapat dipelajari dan dikembangkan untuk mendukung pembelajaran tahfidz di SD Muhdelta.

Temuan lainnya adalah sistem pemberitahuan jadwal tes kenaikan jilid beserta penyampaian hasil tes kepada orang tua. Informasi tersebut dicantumkan dalam buku prestasi siswa dan dibagikan melalui grup halaqah oleh guru pengampu.

Bagian Tashih Tahfidz SD Islam Sari Bumi, menjelaskan detailnya. “Lembar pemberitahuannya ditaruh di buku prestasi anak-anak, dan juga info ini juga di-share di grup halaqah oleh guru yang mengampu”  terangnya.

Sistem komunikasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendampingi perkembangan belajar anak.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Gali Informasi Pengelolaan Program

Ainul menyampaikan bahwa praktik ini perlu dipertimbangkan untuk diterapkan di SD Muhdelta agar orang tua dapat mengetahui jadwal evaluasi, mempersiapkan anak, serta mendampingi mereka belajar Al-Qur’an di rumah.

Selain mempelajari program tahfidz dan sistem evaluasi, para peserta juga menggali informasi mengenai pengelolaan program Al-Qur’an, pemantauan kemampuan membaca siswa, pembinaan guru, serta strategi peningkatan mutu tenaga pengajar.

Melalui diskusi tersebut, para guru diharapkan memperoleh wawasan baru yang dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program Al-Qur’an di SD Muhdelta.

Dalam sesi berbagi pengalaman, Koordinator Al-Qur’an SD Islam Sari Bumi, Khusairi, menegaskan pentingnya penerapan prinsip 7-10-7 dalam pembelajaran menggunakan metode ummi. Prinsip tersebut mencakup tujuh program dasar, sepuluh pilar mutu, dan tujuh tahapan mengajar.

“Apa saja 7-10-7 dalam metode ummi? Yaitu 7 program dasar, 10 pilar mutu, dan 7 tahapan mengajar. Itu kunci suksesnya” ungkap Khusairi.

Sebagai bentuk komitmen untuk menjalin hubungan kelembagaan yang lebih erat, kedua sekolah juga melaksanakan penandatanganan piagam kerja sama.

Langkah ini diharapkan menjadi awal terbangunnya sinergi yang berkelanjutan dalam berbagi pengalaman, mengembangkan inovasi, dan meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an.

Apresiasi Kepala SD Muhdelta

Pada akhir kegiatan, Kepala SD Muhdelta, Saifudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar SD Islam Sari Bumi atas sambutan serta ilmu yang telah dibagikan. Ia berharap berbagai praktik baik yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan di SD Muhdelta.

“Semoga apa yang telah kita pelajari dapat diterapkan di SD Muhdelta dan membawa banyak keberkahan, khususnya dalam pembelajaran Al-Qur’an” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Fahad selaku Kepala SD Islam Sari Bumi turut menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan SD Muhdelta.

Ia berharap kegiatan studi banding ini memberikan manfaat bagi kedua lembaga dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memajukan pendidikan Islam.

“Sukses untuk kita semua untuk pendidikan Islam yang lebih baik” ungkapnya.

Melalui kegiatan studi banding ini, SD Muhdelta berharap dapat terus melakukan evaluasi dan inovasi dalam pembelajaran Al-Qur’an.

Berbagai praktik baik yang diperoleh menjadi bekal untuk memperkuat program tahfidz, dan meningkatkan kualitas guru. Serta membangun kolaborasi yang positif demi menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang semakin berkualitas bagi seluruh peserta didik.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 22/10/2026 14:26
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu