
PWMU.CO-Sesepuh Muhammadiyah Kota Mojokerto H. Ruslan SH (70) meninggal dunia, Ahad (17/3/2019) pukul 23.00. Jenazahnya dimakamkan Senin (18/3/2019) pagi tadi di Makam Losari.
Ratusan petakziyah hadir di rumah duka Jl. Sinoman 4/1 Mojokerto hingga mengantar ke tempat peristirahatan terakhir. Mulai warga Muhammadiyah, karyawan Kementerian Agama Mojokerto, Pengadilan Agama, pengurus MUI, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Ruslan semasa hidup pernah menjabat ketua Pengadilan Agama. Setelah pensiun mengurusi Pemilu karena terpilih sebagai Ketua KPU Kota Mojokerto tahun 1999. Kemudian menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Mojokerto periode 2005-2010.
Saat menjadi pimpinan persyarikatan ini, dia mewakili Muhammadiyah menjadi wakil ketua MUI dan FKUB. Hingga masa akhir hayatnya masih tercatat sebagai penasihat MUI.
Ketua PDM Kota Mojokerto Abdullathif Zaki memberikan sambutan pengantar saat pemberangkatan ke pemakaman. Dia menjelaskan, H. Ruslan sosok organisatoris yang multifungsi.
Jabatan yang dipegangnya itu menunjukkan kemahirannya mengelola organisasi dan dipercaya masyarakat. Menurut dia, Pak Ruslan itu pandai mengakomodasi keinginan orang dan menempatkan sesuai kemampuannya.
”Saya melihat Pak Ruslan itu pandai dalam kaderisasi. Bisa membaca kemampuan kader untuk diajak berorganisasi,” ujar Ustadz Zaki, sapaan akrab Abdullatif Zaki.
”Saya aktif di kepengurusan Muhammadiyah juga diajak Pak Ruslan tahun 2009 diberi tanggung jawab sebagai ketua Majelis Dikdasmen,” sambung pria kelahiran Godok dan besar di Bulubrangsi Lamongan ini.
Begitu juga saat di KPU, MUI, dan FKUB, kata Ustadz Zaki, beberapa kader diajak ikut menjadi pengurus di komisi. Dengan kaderisasi ini suara Muhammadiyah bisa mewarnai dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selepas jabatan ketua PDM Mojokerto, H. Ruslan masih diberi tanggung jawab sebagai penasihat PDM. ”Beliau juga aktif menghadiri pengajian Ahad Pagi yang diadakan di Gedung Dakwah Jl. Taman Siswa atau dulu dikenal sebagai Balai Muslimun,” ujar Ustadz Zaki yang mengajar di SMP Negeri 2 Gedek ini.
Ustadz Zaki terakhir bertemu empat bulan lalu di pengajian bulanan. Bulan berikutnya Pak Ruslan mulai merasakan sakit sehingga sempat opname di rumah sakit. Beberapa hari kemudian diizinkan pulang.
Menurut pemeriksaan ada gangguan di paru-parunya. Organ parunya sempat dibiopsi untuk diperiksa di laboratorium. ”Belum diketahui hasilnya beliau tadi malam meninggal dunia di rumah,” katanya. (sgp)





0 Tanggapan
Empty Comments