Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dikenang Tawadhu dan Tegak Lurus, Al Qodar Purwo Sulistyo Wafat di Usia Pengabdian

Iklan Landscape Smamda
Dikenang Tawadhu dan Tegak Lurus, Al Qodar Purwo Sulistyo Wafat di Usia Pengabdian
Al Qodar Purwo Sulistyo
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya berduka atas wafatnya salah satu kader terbaiknya, Al Qodar Purwo Sulistyo, pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 04.06 WIB.

Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan melalui pesan WhatsApp oleh sang istri, dr. Nur Mujaddidah Mochtar, M.Si., yang juga menjabat Sekretaris Program Studi S1 Pendidikan Dokter Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Pesan itu diterima oleh M. Arif An yang mengaku sempat tidak percaya mendengar kabar wafatnya Al Qodar.

“Pesan WA itu saya masih tercengang dan tidak percaya, saya kemudian pesan WA ke Prof Sukadiono (Ketua PWM Jatim) dan Prof Mundakir (Rektor UMSURA). Kalau Pak Suko menyampaikan bahwa beliau sakit kanker sudah cukup lama terapinya hanya ada RS Kariadi Semarang. Dan memang di grup Forum Pemuda Idaman pernah menyampaikan terkait sakitnya Mas Qodar, dan beliau tidak mau dibezuk, minta didoakan saja,” kata M. Arif An.

Al Qodar Purwo Sulistyo dikenal sebagai pribadi yang tawadhu, dekat dengan senior, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama kader Muhammadiyah.

Semasa hidupnya, ia aktif mengemban berbagai amanah strategis di lingkungan Muhammadiyah Surabaya, di antaranya:

  • Ketua PCM Dukuh Pakis
  • Komandan KOKAM Surabaya
  • Sekretaris LBH AP MHH PDM Surabaya
  • Anggota Majelis Dikdasmen PDM Surabaya
  • Aktivis dan pengelola di lingkungan UMSurabaya

M. Arif An mengenang almarhum sebagai sosok kader yang tegak lurus dalam perjuangan organisasi dan banyak membantu sesama.

“Kami kehilangan kader terbaik, pribadi yang taat sama senior dan suka menolong. Saya secara pribadi banyak ditolong saat menyelesaikan S2 saya. Berikut juga kegiatan Muhammadiyah lainnya,” ungkapnya.

Ia juga menyebut Al Qodar memiliki peran besar dalam membangun PCM Dukuh Pakis yang merupakan cabang baru Muhammadiyah di Surabaya.

SMPM 5 Pucang SBY

“Mas Qodar orang baik, amanah kebaikan yang belum beliau selesaikan khususnya membangun PCM Dukuh Pakis, PCM baru yang awal-awal pendirian saya dan Pak Ridlwan yang kini Ketua PDM Surabaya getol untuk digerakkan. Kader yang tegak lurus dan suka menolong ini kami mendoakan semoga husnul khatimah,” lanjutnya.

Kepergian Al Qodar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah Surabaya.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

Bagi banyak kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Al Qodar dikenal sebagai sosok pekerja keras, loyal terhadap persyarikatan, dan selalu hadir membantu siapa pun yang membutuhkan.

Doa dan harapan terbaik terus mengalir agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan perjuangannya dapat dilanjutkan oleh generasi kader berikutnya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/05/2026 23:12
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu