Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SD Muhammadiyah 4 (SD Mupat) Kota Malang mengikuti rihlah inspiratif pada Sabtu (22/11/2025), sebagai upaya menumbuhkan rasa syukur, mempererat ukhuwah, dan memperkuat spiritualitas dalam menjalankan amanah sebagai pendidik.
Kegiatan diawali dengan studi tiru di Darul Hikam Integrated School (DHIS) Bandung, kemudian dilanjutkan dengan wisata alam ke The Great Asia Africa, Lembang, Bandung yang menawarkan pemandangan indah, udara segar, dan suasana yang menenteramkan.
Rihlah ini diselenggarakan sebagai bagian dari program pembinaan dan penyegaran bagi para guru. Melalui perjalanan bersama dan tadabbur alam, peserta diajak merenungi kebesaran Allah yang tercermin dalam keindahan alam semesta.
Kepala SD Mupat, Hana Ayudah, M.Pd., menyampaikan bahwa rihlah ini bukan sekadar kegiatan rekreasi, tetapi juga ruang untuk memperkokoh ruhiyah dan meningkatkan motivasi kerja agar para pendidik semakin bersemangat dalam membersamai siswa dalam proses belajar.
“Rihlah ini kami selenggarakan agar para guru dapat sejenak keluar dari rutinitas, belajar dari sekolah lain, melihat luasnya ciptaan Allah, dan memperbarui rasa syukur. Guru yang hatinya dipenuhi syukur dan ketenangan akan lebih mudah memancarkan energi positif kepada siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa alam merupakan media pembelajaran yang sempurna untuk mengingat kebesaran Sang Pencipta.
“Ketika kita menyaksikan keindahan alam, kita diingatkan bahwa tugas mendidik adalah bagian dari ibadah. Semoga melalui rihlah ini, semangat pengabdian para guru semakin kuat dan suasana kerja semakin penuh kekompakan,” imbuhnya.
Selain aspek spiritual, rihlah ini juga bertujuan memperkuat kekompakan tim. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan dapat saling mendukung, berkomunikasi dengan lebih hangat, serta memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah.
Ruh pendidikan SD Mupat terletak pada guru-gurunya sehingga para pendidik diharapkan senantiasa menjaga prasangka baik (husnudzon), menjauhkan diri dari sikap suudzon, dan menghindari perilaku saling menjelekkan.
Kegiatan diakhiri dengan rasa syukur karena para peserta memperoleh beragam inspirasi dalam bentuk ilmu, pengalaman, dan ukhuwah. Harapannya, nilai-nilai positif yang tumbuh dari rihlah ini dapat dibawa kembali dan diwujudkan dalam proses pendidikan di SD Mupat.
Rihlah inspiratif ini diharapkan menjadi langkah untuk terus menumbuhkan semangat berkhidmat dalam dunia pendidikan serta melahirkan guru-guru yang ikhlas, tangguh, dan senantiasa dekat dengan Allah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments