Ujian praktik ibadah bagi siswa kelas X dan XI di SMA Muhammadiyah 2 Genteng kembali digelar pada Senin, (25/5/2026) sebagai bagian dari rangkaian Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) semester genap 2025/2026.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap akhir semester ini menegaskan bahwa penilaian praktik ibadah tidak semata-mata bertujuan memperoleh nilai rapor, melainkan menjadi sarana pembinaan, evaluasi, dan pelurusan kesalahan siswa.
Ujian dilaksanakan di ruang kelas masing-masing sesuai jenjang. Untuk siswa kelas X, materi ujian mencakup salat Magrib, dimulai dari praktik wudhu hingga pelaksanaan salat dua rakaat. Pada rakaat pertama, siswa diwajibkan membaca surat Al-Zalzalah, sedangkan rakaat kedua membaca surat Al-Ma’un. Setiap siswa dievaluasi mulai dari tata gerak, bacaan, hingga ketuntasan hafalan surat.
Sementara itu, siswa kelas XI diuji pada materi salat jenazah serta thaharah, yang meliputi wudhu, tayamum, dan mandi wajib. Khusus untuk thaharah, siswa diminta memaparkan tahapan-tahapan secara lisan, sehingga penguji dapat menilai pemahaman konseptual dan ketepatan prosedur.
Wakil Kepala Urusan ISMUBA, Moh. Sulim, S.Ip., menegaskan kepada para guru penguji bahwa ujian praktik ibadah memiliki tujuan lebih besar dibanding sekadar pengumpulan nilai.
“Tugas panjenengan bukan hanya memberi angka, tetapi membenarkan setiap bacaan dan gerakan, terutama dalam wudhu dan tayamum. Kita berkewajiban memastikan siswa memahami ibadah secara benar agar menjadi bekal sepanjang hidup mereka,” ujarnya sebelum pelaksanaan ujian dimulai.
Ia menambahkan bahwa melalui evaluasi seperti ini, sekolah berharap dapat mengurangi kesalahan-kesalahan dasar yang sering tidak disadari siswa, baik dalam gerakan salat maupun praktik bersuci. Selain itu, ujian praktik ibadah dianggap penting untuk membentuk kedisiplinan serta menumbuhkan rasa tanggung jawab spiritual pada diri peserta didik.
Dengan pendekatan pembinaan yang kuat, ujian praktik ibadah diharapkan tidak hanya menghasilkan nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter religius yang menjadi ciri utama sekolah-sekolah Muhammadiyah di Banyuwangi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments