Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memberikan apresiasi kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengabdi selama puluhan tahun berupa pemberangkatan umroh.
Penghargaan tersebut diberikan dalam Rapat Akademik Tahun Ajaran 2026–2027 di Aula Mas Mansyur, Kampus 1 Umsida, Kamis (10/9/2026).
Tahun ini, Umsida memberangkatkan lima dosen dan Tendik untuk umroh. Mereka adalah Sri Mukhodim Faridah Hanum SST MM MKes, Ainur Rochmaniah MSi, Dewi Andriani SE MM, Ani Winarsih SE, dan Nina Rusfalia Yosarini Ir.
Salah satu penerima apresiasi tersebut adalah Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Umsida, Ainur Rochmaniah MSi, yang telah mengabdi selama 32 tahun.
Selain itu, ada pula tenaga kependidikan yang telah mengabdi selama 21 tahun, Ani Winarsih SE.
Apresiasi Pengabdian Dosen
Ainur mulai bergabung dengan Umsida pada 1994, setahun setelah menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang.
Pada awal pengabdiannya, ia menjadi salah satu dosen yang turut melahirkan Program Studi Ilmu Komunikasi Umsida yang saat itu masih bernama STISIPOL (Sekolah Tinggi Sosial dan Politik) Muhammadiyah.
Pada masa awal mengajar, Ainur masih tinggal di Malang sehingga harus pulang-pergi Malang–Sidoarjo selama 15 tahun hingga 2009.
Ia juga mengalami masa ketika kondisi kampus yang sederhana.
“Waktu itu kampusnya masih di Smamda yang belum segede dan sebagus itu. Kalau hujan suka banjir, dan malah pernah mengajar di kelas yang banjir” kenangnya.
Selama perjalanan pengabdiannya, Ainur pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi pada 2005–2015, Ketua Program Studi Administrasi Negara (sekarang Administrasi Publik) pada tahun 2015–2017, serta Kepala Perpustakaan pada 2017–2023.
Setelah itu, ia menjalankan tugas sebagai dosen tetap non struktural.
Ketika mengetahui dirinya mendapatkan Program Umroh Umsida, Ainur mengaku terharu dan tidak menyangka.
Baginya, penghargaan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas perjalanan pengabdiannya.
“Terharu, bahagia, dan tidak menyangka dapatnya tahun ini. Saya pikir masih lama” terangnya.
Perjalanan Panjang Bersama Perkembangan Umsida
Ainur melihat perkembangan Umsida sejak 1994 hingga 2026 sebagai perjalanan yang luar biasa.
Ia menyaksikan perubahan kampus dari gedung sederhana hingga berkembang menjadi perguruan tinggi dengan gedung bertingkat, jumlah mahasiswa yang semakin banyak, dosen yang kompeten, serta citra yang semakin dikenal masyarakat.
Menurutnya, lingkungan Umsida memberi banyak pengalaman dalam membentuk dirinya.
Selama mengabdi, imbuhnya, ia dikelilingi orang-orang yang memiliki kemauan belajar, bertanggung jawab, serta mengajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan amanah.
“Terlebih tentang ibadah ya, sholat tepat waktu, ini yang paling utama. Semua kegiatan dasarnya adalah Islam. Ibadah” tuturnya.
Bagi Ainur, salah satu kebanggaan terbesar selama menjadi bagian dari Umsida adalah ketika melihat mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan mengikuti wisuda.
Pengabdian Tendik Selama Lebih dari 2 Dekade
Apresiasi serupa juga diterima Ani Winarsih, SE. Ia telah bekerja sejak 1999 di Akademi Kebidanan Siti Khodijah Sepanjang.
Setelah institusi tersebut merger dengan Umsida pada 2014, Ani melanjutkan pengabdiannya di Umsida hingga saat ini.
Selama perjalanan tersebut, Ani tetap berkecimpung di bidang pembukuan atau accounting.
Mendapatkan Program Umroh ini menjadi hal yang tidak disangka olehnya.
“Syukur Alhamdulillah, saya tidak menyangka kalau mendapat reward umroh ini” ungkap Ani.
Menurutnya, Umsida mengalami perkembangan yang sangat pesat selama perjalanan pengabdiannya.
Ia berharap perkembangan tersebut terus berlanjut dengan semakin banyak mahasiswa yang bergabung dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan karyawan.
“Harapan saya semoga mahasiswa terus bertambah dan bisa berdampak pada kesejahteraan karyawan. Semoga terus berkembang” harapnya.





0 Tanggapan
Empty Comments