Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menerima audiensi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur, Rabu (3/9/2026).
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi kader Muhammadiyah dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berkemajuan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pertemuan diterima langsung oleh Rektor Umsura, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama jajaran terkait. Dari PW IPM Jawa Timur hadir Ketua Umum PW IPM Jawa Timur Muhammad Yuda Wahyu Saputra, didampingi Sekretaris Umum, Bendahara Umum, serta jajaran pengurus PW IPM Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, PW IPM Jawa Timur menyampaikan kesiapan pelaksanaan pelantikan kepengurusan PW IPM Jawa Timur sekaligus berdiskusi mengenai arah kebijakan organisasi ke depan.
Audiensi ini menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dalam penguatan kader pelajar Muhammadiyah di Jawa Timur.
Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, Muhammad Yuda Wahyu Saputra, menyampaikan berbagai rencana strategis organisasi, termasuk tiga fokus utama gerakan PW IPM Jawa Timur, yakni kaderisasi, literasi, dan digitalisasi.
Ketiga fokus tersebut menjadi bagian dari ikhtiar PW IPM Jawa Timur dalam menjawab tantangan generasi muda saat ini.
Melalui penguatan kaderisasi, IPM berupaya mencetak kader yang memiliki karakter kepemimpinan dan nilai-nilai persyarikatan. Sementara itu, pengembangan literasi diarahkan untuk meningkatkan kapasitas intelektual pelajar.
Adapun digitalisasi menjadi strategi untuk memperluas ruang gerakan dan dakwah di era teknologi.
Rektor Umsura, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., menyambut baik langkah strategis PW IPM Jawa Timur tersebut. Menurutnya, pengembangan kader Muhammadiyah harus terus diarahkan pada peningkatan kapasitas akademik dan intelektual agar mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.
“Pengembangan kader persyarikatan, khususnya dalam bidang akademik, perlu menjadi perhatian bersama. Kader yang telah menyelesaikan pendidikan S1 perlu terus didorong untuk melanjutkan pengembangan kapasitasnya menuju jenjang S2,” ujar Prof. Mundakir.
Ia menegaskan bahwa keberadaan kader dengan kompetensi akademik yang kuat akan menjadi aset penting bagi keberlanjutan persyarikatan.
Menurutnya, kader Muhammadiyah tidak hanya perlu memiliki semangat gerakan, tetapi juga harus dibekali dengan keilmuan yang mendalam dan kemampuan profesional.
Selain penguatan akademik kader, Prof. Mundakir juga menekankan pentingnya peningkatan budaya literasi di kalangan pelajar Muhammadiyah.
“Literasi harus terus ditingkatkan karena menjadi modal intelektual bagi kader. Dengan kemampuan literasi yang baik, kader akan memiliki daya kritis, wawasan luas, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Umsura juga memberikan perhatian terhadap pengembangan digitalisasi sebagai bagian dari strategi dakwah dan penguatan gerakan pelajar Muhammadiyah.
Menurutnya, transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari, terutama dalam memperluas jangkauan dakwah agar lebih efektif dan relevan dengan karakter generasi saat ini.
“Digitalisasi harus terus dikembangkan karena melalui teknologi, jangkauan dakwah dapat menjadi lebih luas dan lebih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini,” ungkap Prof. Mundakir.
Audiensi antara Umsura dan PW IPM Jawa Timur menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi kader Muhammadiyah.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan lahir berbagai program yang mampu mendukung peningkatan kualitas kader, penguatan budaya literasi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk kemajuan gerakan Muhammadiyah.
Umsura berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam pengembangan kader persyarikatan, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang memiliki keunggulan akademik, karakter kepemimpinan, dan semangat berkemajuan.





0 Tanggapan
Empty Comments