SMP Muhammadiyah 14 Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan (SMPM Jipat Karangasem) kembali menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) tahun 2026.
Tidak seperti biasanya, kegiatan PSAJ untuk siswa kelas IX kali ini dibuka dengan praktik langsung sablon kaos yang menarik dan penuh kreativitas. Kegiatan ini menjadi warna baru dalam dunia evaluasi pembelajaran yang tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga keterampilan siswa.
Pelaksanaan praktik sablon kaos ini dipandu langsung oleh guru pengampu, Ibu Li’anatul Ma’lufah, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan wirausaha sekaligus melatih ketelitian dan kreativitas siswa.
“Kami ingin siswa tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan di kehidupan nyata,” ujarnya.
Sejak pagi hari, para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses sablon, mulai dari pembuatan desain, pemindahan gambar ke screen, hingga proses penyablonan pada kaos. Suasana ruang praktik dipenuhi semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Beberapa siswa bahkan mencoba berkreasi dengan desain unik yang mencerminkan karakter mereka masing-masing.
Project-Based Learning
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang menuntut siswa aktif dan mandiri. Selain itu, siswa belajar bekerja sama dalam kelompok, berbagi tugas, dan bertanggung jawab atas hasil akhir yang mereka buat. Hasil sablon yang dihasilkan pun beragam, mulai dari desain sederhana hingga yang lebih kompleks dan artistik.
Salah satu siswa, Wildan Isyfiyul Affa, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti PSAJ dengan konsep seperti ini.
“Biasanya ujian hanya menulis dan mengerjakan soal, tapi kali ini lebih seru karena kita langsung praktik. Saya jadi lebih paham dan merasa punya pengalaman baru,” katanya.
Kepala SMPM Jipat Karangasem juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PSAJ yang inovatif ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi yang kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan adanya praktik sablon kaos sebagai bagian dari PSAJ, diharapkan siswa tidak hanya mendapatkan nilai akademik, tetapi juga pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal di masa depan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa evaluasi pembelajaran dapat dikemas secara menarik, menyenangkan, dan bermakna. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments