Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PD IGABA) Kabupaten Gresik gelar event perdana Festival Aisyiyah Bustanul Athfal (FABA) 2026 di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) Gresik pada Ahad, (24/5/2026).
Ajang bergengsi yang rencana akan di gelar tiap tahun tersebut diikuti oleh ratusan siswa-siswi perwakilan dari Pimpinan Cabang (PC) IGABA masing-masing. Dan pada kesempatan kali ini TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5 Bungah hadir sebagai perwakilan Kontingen Senam Anak Indonesia Hebat dari PC IGABA Kecamatan Bungah.
Setelah melakukan seleksi, terpilih sebagai peserta senam dari kelompok B yaitu Az Zahra Kanza Nadhira Rahmani, Melody Briana Biel, Sarah Ayu Az Zahra, Maryam Alula Setyawan, dan Syifa Nisrina Zahra. Hingga akhirnya mereka berhasil meraih juara harapan 1 di ajang tersebut.
“Tentu menjadi suatu kebanggan bagi kami, karena berkat usaha dan kerja keras dari anak-anak maupun guru pendamping saat berlatih serta dukungan sepenuhnya dari walimurid sehingga berhasil membawa pulang piala kejuaraan,” ungkap Khumayah SPd selaku kepala sekolah.
Heny Rahmawati S Pd, guru pendamping sekaligus pelatih senam dalam wawancaranya menyampaikan bahwa anak-anak hanya berlatih selama 2 minggu karena awalnya guru masih melakukan seleksi hingga beberapa hari untuk menentukan siapa saja yang sekiranya siap untuk di gembleng dalam latihan hingga terpilihlah 5 anak tersebut.
“Hambatan selama latihan pasti ada, yaitu dalam menyamakan gerakan kadang anak-anak juga masih sering lupa pola lantai nya sehingga butuh waktu ekstra,” tambahnya.
Persiapan Lomba
Ada yang menarik dibalik persiapan lomba yaitu menentukan dan menyiapkan kostum. Karena tiap guru sudah mendapat jobdesk untuk persiapan lomba-lomba yang lain, sehingga pengadaan kostum dibantu oleh wali murid. Dari beberapa kostum yang ada di sekolah dinilai kurang cocok untuk anak-anak sehingga guru menyarankan untuk beli online bahkan mencari sepatu yang seragam dan sesuai ukuran sampe ke Surabaya.
Ia melanjutkan, yang membuat kami sempat ketar-ketir adalah saat kostum yang dipesan datang pada H-1 tapi tidak sesuai jumlah pesanan, rok yang kami pesan kurang 1.
Karena waktunya mepet Sehingga harus mencari pinjaman dengan warna dan model rok yang sama, ketegangan masih berlanjut mengingat ini rok pinjaman pastinya tidak sesuai ukuran sehingga mama nya malam-malam permak ke penjahit dan ada juga yang dijahit sendiri. Begitupun dengan aksesoris untuk gelang tangan juga mencari diberbagi tempat tidak ada warna dengan jumlah yang sama. Akhirnya malam harinya baru dapat setelah mencari ke beberapa tempat.
“Tapi Alhamdulillah akhirnya atas usaha dan do’a dari semua, Allah memudahkan dan permasalahan tersebut teratasi. Anak-anak juga tampil dengan baik dan percaya diri. Bonusnya piala kejuaraan berhasil didapatkan,” imbuhnya.
Momentum ini tentu akan menjadi kenangan tersendiri dan dari kejadian ini kita bisa memetik hikmah bahwa dalam setiap kesulitan pasti akan selalu ada kemudahan. Dan keberhasilan akan bisa dicapai atas usaha, kerjasama dan komunikasi yang baik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments